Minggu, 20 Oktober 2019


Kolonel Pnb Sidik Setiyono Bacakan Amanat Kasau pada Upacara Bendera 17-an di Lanud Supadio

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 171
Kolonel Pnb Sidik Setiyono Bacakan Amanat Kasau pada Upacara Bendera 17-an di Lanud Supadio

Upacara Bendera 17-an, yang berlangsung di Apron Hangar Lama Lanud Supadio, Pontianak, Senin(17/6/2019). Upacara tersebut dipimpin Irup Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Kolonel Pnb Sidik Setiyono, S.E.

KUBU RAYA, SP - Kesiapsiagaan Komando Operasi TNI AU (Koopsau), adalah salah satu bagian inti kekuatan militer udara di Indonesia. pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf TNI AU (Kasau), Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dalam amanatnya.  

Demikian rilis yang disampaikan oleh Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Supadio, Mayor Sus Moh Agus Salim, kepada redaksi suarapemredkalbar.com.  

Amanat Kasau tersebut dibacakan oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Kolonel Pnb Sidik Setiyono, S.E. Ia menjadi Inspektur Upacara (Irup) Bendera 17-an, yang berlangsung di Apron Hangar Lama Lanud Supadio, Pontianak, Senin(17/6/2019).  

“Kesiapsiagaan Koopsau sebagai salah satu inti dari kekuatan udara. Untuk itu, Koopsau harus mampu menyiapkan kemampuan personel maupun Alutsista, sehingga siap dioperasikan setiap saat, sesuai dengan eskalasi ancaman yang terjadi,” demikian papar Kasau.  

Upacara 17-an di Lanud Supadio, sekaligus menjadi wadah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Koopsau, yang tepat pada Sabtu, 15 Juni 2019 berusia 68 Tahun.  

Selanjutnya, Kasau juga menegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, TNI AU mengambil langkah-langkah kebijakan strategis, salah satu di antaranya adalah mengembangkan organisasi di wilayah timur Indonesia, yakni pembentukan Koopsau III yang bermarkas di Biak, Papua.  

"Selain itu, TNI AU juga membentuk Skadron Udara (Skadud) baru, antara lain Skadud 27 di Lanud Manuhua, Biak dan Skadron Udara (Skadud) 33 di Lanud Sultan Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan," tutur Marsekal TNI Yuyu.  

Adanya penambahan organisasi TNI AU tersebut, sejalan dengan rencana strategis TNI untuk mewujudkan sinergitas dan interoperabilitas kekuatan yang dimiliki oleh tiga angkatan, sehingga kekuatan-kekuatan tersebut dapat digunakan dengan lebih efektif dan efisien.  

Upacara sendiri berlangsung khidmat. Diikuti seluruh anggota Lanud Supadio, Skadud 1, Skadud 51, Batalyon Komando (Yonko) 465  Paskhas, Denhanud 473 Paskhas, serta jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lanud Supadio.  

Adapun tema peringatan HUT ke-Koopsau, yaitu "Berlandaskan Jiwa Profesional, Militan, dan Inovatif, Koopsau Siap Mengemban Tugas TNI Angkatan Udara dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI".

Dalam lintasan sejarah, Koopsau dibentuk sejak 15 Juni 1951. Sebagai Satuan Komando Utama Pembinaan dan Komando Utama Operasi TNI AU, Koopsau telah menorehkan banyak tinta emas dalam setiap lembaran sejarah pengabdiannya.  

Dedikasi dan integritas dalam pengabdian tersebut telah menjadi sumber inspirasi untuk semakin memantapkan peran dan tugas Koopsau. Selama 68 tahun, Koopsau telah turut serta secara aktif dalam mengabdikan diri demi keberhasilan pelaksanaan tugasTNI AU.

Koopsau telah mengukir berbagai prestasi penugasan, baik melalui Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pera dan posisi strategis Koopsau menjadi satuan utama dalam menangkal berbagai dimensi ancaman, yang saat ini menjadi semakin kompleks. 

Konsep perang konvensional yang mengerahkan kekuatan militer secara terbuka bergeser menjadi peperangan asimetris, termasuk diantaranya perang proksi yang menggunakan pihak ketiga. 
Sementara itu, dimensi ancaman nirmiliter seperti bencana alam, membutuhkan dukungan dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara cepat. 

Kondisi tersebut, menuntut kesiapsiagaan Koopsau sebagai salah satu inti dari kekuatan udara.   Untuk itu, Koopsau harus mampu menyiapkan kemampuan personel dan Alutsista sehingga dapat dioperasikan setiap saat, sesuai dengan eskalasi ancaman yang terjadi.  (mul/*)