Rabu, 18 September 2019


Bruder Steph Siap Tuntaskan Kasus Tanah Perhimpunan Biarawan Kapusin

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 990
Bruder Steph Siap Tuntaskan Kasus Tanah Perhimpunan Biarawan Kapusin

Ketua Forum Relawan Kemanusian Pontianak (FRKP) Bruder Stephanus Paiman OFM Cap, akan menuntaskan Kasus penyerobotan tanah di Parit Air Terjun, Sungai Raya Dalam, yang beberapa waktu lalu sempat memanas.

PONTIANAK, SP - Kasus penyerobotan tanah di Parit Air Terjun, Sungai Raya Dalam, pernah hangat beberapa waktu lalu. Kasus tersebut dilaporkan oleh Ketua Forum Relawan Kemanusian Pontianak (FRKP) Bruder Stephanus Paiman OFM Cap.

Bruder Steph merupakan perwakilan Perhimpunan Biarawan Kapusin. ia melaporkan ke Polda Kalbar, dengan nomor laporan STPL/123.a/ XI/2009/ Dit Reskrim, tertanggal 30 November 2009.  

Kala itu, Wadir Reskrim Polda Kalbar, AKBP Drs Hendi Handoko, menyatakan kasus tersebut tidak dapat diproses, karena belum ada putusan kasus Perdatanya.

Demikian pula saat era Kapolda Brigjen Arief Sulistyanto, juga dikatakan bahwa harus diselesaikan dahulu kasus Perdatanya.  

Namun, usai putusan PN MPW No.43/Pdt.G/ 2014, dan putusan PT PTK no.75/PDT/2015, kemudian putusan MA No.2327 K/Pdt/2016, dan terakhir putusan atas PK No.708 PK/PDT/2018 Jo, Bruder Steph akan mempertanyakan kembali proses pidana penyerobotan tanah tersebut.  

"Yang sudah jelas semua diputuskan oleh pengadilan dimenangkan oleh Perhimpunan Biarawan Kapusin. Untuk itu, kita kembali akan mengusut kasus ini," papar Bruder Steph.  

Hal ini berdasarkan semua putusan ini, lanjut Bruder Step, jelas-jelas bahwa tanah SHM No.12774, seluas 16.621 M2 dengan GS.No 5071/1997 terletak di RT 07/RW 01, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, sesuai obyeknya adalah sah milik Perhimpunan Biarawan Kapusin.  

Dari awal kasus ini bergulir, Bruder yang murah senyum ini sangat yakin pada akhirnya kebenaran akan muncul kepermukaan. Ia mengakui, kesabaran dan selalu berdoa untuk sebuah kebenaran, pasti akan mendapat hasil terbaik.  

"Kasus ini banyak melibatkan oknum-oknum tertentu dipelbagai instansi. Dan kita harus ekstra hati-hati dalam menyikapinya," tutur Bruder Steph.  

"Sejak awal saya sudah menyampaian kepada Low  Bun Hwa, bahwa sertifikatnya benar, hanya letak tanahnya bukan di Parit Air Terjun," sambungnya.  

Apalagi, papar Bruder Steph, saat mendapat warkah atau protokol asli dari Ny Etty, yang menjual tanah tersebut kepada Low Bun Hwa. Semakin jelas bahwa SHM No.11540 dengan GS.No 1743/1996, luas 15.970 M per segi, letaknya tidak di Parit Air Terjun.  

"Kita harapkan setelah putusan Perdata lengkap, maka Reskrim Polda dapat menindaklanjuti laporan Pidananya, yang hingga kini belum kita cabut. Dan seandainya diperlukan, kita siap membuat laporan baru, tentang penyerobotan tanah ini, sesuai pasal 385 KUHP," ujar Bruder Steph.  

Hal ini dilakukan agar dikemudian hari, tidak ada lagi warga "berduit", bisa "kongkalingkong" dengan oknum tertentu. Bruder Steph menjelaskan, mereka tidak bisa menzolimi orang lain. Juga agar hukum tidak gampang dipermainkan oleh para mafia tanah tersebut.  

Menurut lawyer Perhimpunan Biarawan Kapusin, Andel SH, MH, menyatakan putusan tersebut sudah final. Dan gugatan Lou Bun Hwa ditolak atau tidak dapat diterima, maka jelas pemilik tanah tersebut adalah Perhimpunan Biarawan Kapusin.  

"Saya mengapresiasi Bruder Steph yang penuh kesabaran, berupaya mengumpulkan bukti-bukti serta mendatangi BPN Pusat dan Mabes Polri, untuk menegakkan sebuah kebenaran. Dan Tuhan telah mengabulkan dengan adanya putusan PK tersebut," kata Andel. (mul)