Kamis, 19 September 2019


18 Kecamatan di Kabupaten Sambas Dapat Bantuan Benih Hazton

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1208
18 Kecamatan di Kabupaten Sambas Dapat  Bantuan Benih Hazton

Hazairin, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, salah satu penemu Teknologi Hazton, ketika memperlihatkan padi metode hazton di Kabupaten Sambas, belum lama ini. ANTARA/Jessica Wuysang

SAMBAS, SP - Kabupaten Sambas mendapat jatah benih Hazton dari pemerintah pusat sebanyak 10 ribu hektar. Bantuan tersebut disebar di 18 kecamatan kecuali Kecamatan Sajad.
Kepala Seksi Perbenihan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Sambas, Hasbi menjelaskan, Kamis (12/5), Teknologi Hazton merupakan salah satu teknologi tanam padi yang telah dikembangkan di Indonesia dan dipelopori Hazairin dan Anton.
 

 Ada beberapa teknologi guna mendongkrak produksi dan produktifitas padi di Indonesia. Teknologi pertama disebut teknologi konvesional yang menggunakan 3-5 bibit/lubang tanam, yang kebanyakan diterapkan petani kita selama ini.  

Kedua, SRI atau System Rice Intensitifikasi, yakni satu lubang ditanami satu benih, dan Teknologi Hazton yang menggunakan 20-25 benih per lubang tanah sehingga keperluan satu hektar sebanyak 100 kilogram, dengan asumsi satu lubang 20-25 butir benih padi.

Alokasi terbesar diperbantukan pada Kecamatan Tebas sebanyak 250 hektar, 200 hektar dialokasikan di Kecamatan Semparuk dan 50 hektar dipercayakan ke Kecamatan Selakau.
  Hasbi menuturkan, kunci keberhasilan semua program pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian ini adalah petani itu sendiri.  "Kekompakan sangat penting.

Petani, kelompok tani, hingga gabungan kelompok tani, harus bisa menjaga kekompakan dalam segala hal. Misalnya, dalam penjadwalan tanam atau pembasmian hama, karena hama tidak bisa kita dihindarkan, tetapi diminimalisir," pungkas Hasbi.



Rahimah, seorang petani asal Selakau Timur menjelaskan, tanaman padi Metode Hazton di wilayahnya sudah berumur sebulan lebih. “Mudah-mudahan bisa panen berlimpah," harapnya.
   

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Hazairin menyatakan, Kementerian Pertanian pada 2016 mengalokasikan anggaran pengembangan tanaman padi dengan Teknologi Hazton di Indonesia.

Di Kalbar, Sambas merupakan daerah yang terbanyak mendapatkan alokasi penanaman Teknologi Hazton yakni 10 ribu hektar. Alokasi berikut yakni Kabupaten Sanggau sebanyak enam ribu hektar. "Sedangkan hanya satu kabupaten saja di Kalbar yang tidak menerapkan Hazton yaitu Kabupaten Landak. Sementara Kota Pontianak saja dialokasikan 100 hektar," ucap Hazairin.


Adapun luas yang disetujui kementerian pertanian menurut Hazairin, yakni 50 ribu hektar. Sebanyak 45 ribu hektar diperuntukkan untuk berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.

"Di luar Kalbar hanya lima ribu hektar saja yang dianggarakan. Mengapa sedikit di luar Kalbar? Sebab,  mayoritas untuk tahap uji coba kepada petani, sedangkan di Kalbar sendiri tinggal pengembangan," tutup Hazairin. (nov/aju/sut)