Selasa, 24 September 2019


Sambas Kembangkan Budidaya Bawang Merah

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1278
Sambas Kembangkan Budidaya Bawang Merah

Penanaman Bibit bawang merah (Suara Pemred/ Nova)

SAMBAS, SP – Pemkab Sambas, bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) terus membantu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Usaha Matang Labong, Kecamatan Tebas untuk budidaya Bawang Merah.

Mereka memanfaatkan lahan seluas 0,75 hektar atau 7.000 meter persegi, sebagai wadah pengembangan ini.
  Pengembangan komoditi ini, diharapkan bisa membantu masyarakat untuk menekan inflasi, dan kelangkaan Bawang Merah, khususnya di Kabupaten Sambas.  

“Gapoktan ini berhasil menanam Bawang Merah melalui Demplot, sehingga kita lakukan pembinaan dengan menyalurkan bantuan bibit,” ujar Kabid Holtikultura Distanak, Sambas, Vivin Elviana, saat ditemui Suara Pemred, Rabu (18/5).
 

Penanaman perdana secara massal ini merupakan usaha Pemkab Sambas dan BI. Dengan luas lahan sekitar 7.000 meter persegi, dan bibit 580 Kg, dalam sekali tanam yang dilakukan secara menyebar oleh 9 orang anggota Gapoktan.   “Awalnya target bantuan bibit oleh BI sekitar 800 kilo. Karena saat ini biaya pembelian bawang merah naik, sehingga hanya mampu di plot BI sebanyak 580 kilo kepada Gapoktan,”  kata Vivin.  

Sebelumnya, lanjut Vivin, penanaman bawang merah sudah dikembangkan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, dengan luas areal 1 hektar, hasil cukup baik, karena tingkat keberhasilan sekitar 60 persen, itupun karena tingginya curah hujan, sehingga hasilnya belum 100 persen, sebab pengaruh iklim berdampak bagi tanaman bawang merah.  

“Kita berharap di Desa Matang Labong curah hujan tidak tinggi,” harapnya.  

Pemkab Sambas juga akan mengembangkan Bawang Merah dengan cara demplot di Desa Desa Matang Danau Kecamatan Paloh, dan Desa Pelimpaan serta Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai. Demplot ini kita masih uji coba, dan bersumber dari APBD Kabupaten Sambas tahun 2016.  

Sarpili, Ketua Gapoktan Karya Usaha, Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas kepada wartawan menjelaskan, awalnya Bawang Merah kita tanam secara Demplot, dan berhasil, saat itu luas lahan sekitar 500 meter persegi, dengan keperluan benih 50 kilo, hasilnya, dalam perhektar kita bisa panen sekitar 6 ton.  

“Karena berpotensi untuk pengembangan bawang merah, sehingga dilirik Pemkab Sambas, dalam hal ini Distanak bekerjasama dengan BI,” pungkasnya. (nov/mul)