OSO: Kerajaan Sambas Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Sambas

Editor sutan Dibaca : 1145

OSO: Kerajaan Sambas Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta saat kunjungan reses di Kabupaten Sambas, kemarin. (SUARA PEMRED/ YODI)
Sambas, SP - Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) menilai Kerajaan Sambas berpotensi menjadi salah satu destinasi pariwisata di daerah itu.

"Hidupkan kerajaan sebagai tempat (berkunjung) turis. Membangun infrastruktur, membangun objek-objek turis," tutur dia
, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis malam.

Hal senada diungkapkan Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili. Menurut dia, tak hanya wilayah kerajaan, salah satunya Istana Alwatzikubillah Sambas, Masjid Jami Sambas juga bisa dikembangkan menjadi wisata budaya.

"Wisata budaya kita mempunyai Kerajaan Sambas. Ada Masjid Jami Sambas yang berdampingan dengan kerajaan," tutur Atbah.

Selain wisata budaya, Hutan Mangrove dan pantai di Desa Temanjuk serta sungai-sungai di Sambas juga berpotensi dikembangkan untuk industri pariwisata.

"Hidupkan sarana indah menjadi tempat hiburan. Sungainya bisa macam-macam dibuat. Sampan menjadi tradisi," kata Oso.
Dalam lawatan paginya di Sambas, Oesman meninjau kondisi pasar tradisional Sambas, Jumat pagi.

Dalam peninjauan itu, turut hadir Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili dan jajarannya serta legislator dari Komisi VII DPR, Katherine Angela Oendoen.

Di sana, ia singgah di beberapa kedai penjual yakni buah-buahan, sayuran, daging, ikan, ayam, sembari berbincang dengan pedagang. O
SO bahkan sempat berbelanja jengkol hingga 15 kilogram, seharga Rp 150 ribu.

Oesman mengatakan
, masyarakat di Sambas masih relatif berbelanja ke pasar tradisional, salah satunya karena pertimbangan harga.

"Jadi memang ini masih pasar tradisional. Masyarakat masih percaya dengan pasar tradisional. Harga di pertokoan dan pasar tradisional bedanya ada. Jadi sesuai dengan kehidupan masyarakat di sini," ujar dia.

Kendati begitu, O
SO menilai perlunya perbaikan dari sisi infrastruktur pasar, agar tidak terkesan kumuh dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

"Saya pikir, memang perlu diperhatikan tempat-tempat seperti ini supaya tidak seperti ini kumuhnya. Harus ada perubahan peningkatan income masyarakat, supaya ada balance dalam ekonomi," kata dia.

Sebelumnya, O
SO dan rombongan mengunjungi Institut Agama Islam (IAS) Sultan Muhammad Syaifuddin Sambas. Dia meminta pada Bupati Sambas membangun kampus itu. "Saya minta pada Bupati dibangun ini universitas," tutur dia.

Di
hadapan mahasiswa, Oesman berpesan agar mahasiswa selalu cepat bereaksi pada situasi terkini dan berpegang pada empat pilar kebangsaan.

"Mahasiswa harus spontan
, bertindak dengan cepat. Mahasiswa harus berpegang pada empat pilar kebangsaan, ini yang harus mahasiswa lakukan," ujarnya.

Pemuda adalah modal besar pembangunan Indonesia, karenanya pemuda juga menjadi sasaran pihak asing untuk dihancurkan. Hancurnya pemuda, hancurnya suatu bangsa.

"Mengapa narkoba merasuki anak anak muda? Karena kepentingan asing melihat potensi pemuda kita, mereka berniat menghancurkan kita dengan cara menghancurkan pemudanya. Hanya empat pilar tersebut yang mampu memberikan benteng kepada kita," kata Oesman.
(noi/ant/lis)