Peserta Asal Kota Pontianak Juara Favorit Lomba Pancing Udang di Sambas

Sambas

Editor sutan Dibaca : 1219

Peserta Asal Kota Pontianak Juara Favorit Lomba Pancing Udang di Sambas
Para peserta lomba pancing udang Fishing Club GAPS di Sungai Sambas Besar, Minggu (21/8). (suara pemred/nurhadi)
SAMBAS, SP – Peserta lomba pancing udang asal Kota Pontianak, Abdul Malik menjadi juara pertama,  sekaligus juara favorit pada  lomba pancing udang Fishing Club Gerakan Anti Pencemaran Sungai (GAPS),  yang di gelar di Sungai Sambas Besar, Dusun Senebah, Desa Semakun,  Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Minggu (21/8).

Lomba pancing udang se-Kalbar kali ini diikuti 106 peserta, sebagian besar dari luar Kabupaten Sambas. 

Kondisi sungai Sambas yang bersih dan terjaga, menurut Abdul Malik sangat membantu dirinya mendapatkan hasil udang pancingan yang besar.
 

"Sungai Sambas Besar sangat bersih dan tidak ada orang yang menggunakan racun untuk menangkap ikan dan udang, ini sangat berbeda dengan daerah lainnya seperti di Pontianak, masyarakat di sini sepertinya sangat mencintai lingkungan," katanya.
 

Abdul Malik menjadi juara setelah berhasil memancing udang sebanyak 8,62 ons dan menangkap udang galah seberat 2,94 ons.
Ia berharap, kondisi sungai yang bersih dapat  terus dijaga dan dilestarikan agar bisa menjadi destinasi wisata kedepannya.
"Ini harus kita jaga dan lestarikan, agar kelak kita bisa kembali kesini dengan mengajak masyarakat luar Sambas untuk berwisata memancing di Dusun Senebah ini,"kata dia.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Sambas, Hairiah menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh GAPS.
"Ini adalah bentuk kegiatan yang sangat positif dan patut diapresiasi, GAPS telah berhasil menyelenggarakan sebuah even besar se-Kalbar, dengan semangat menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya, semoga kedepan kita bersama mampu menyelenggarakan kegiatan lebih besar lagi secara berkesinambungan," papar Hairiah.
 

 Hairiah juga mengingatkan kepada penduduk setempat untuk selalu menjaga kelestarian sungai.

"Kehidupan kita sangat dekat dengan sungai ini, jadi kita harus menjaga kelestarian sungai, jangan cemari sungai, karena bisa berbahaya bagi kita," imbaunya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sambas, Anwari mengatakan, acara lomba pancing udang bisa menjadi sarana silaturrahmi.

"Membawa pesan moral,  bahwa melalui memancing udang kita semakin giat menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya, tukasnya.


Sementara itu, 
Ketua Panitia Fishing Club GAPS, Ichsan Prihatin mengharapkan kegiatan pancing udang yang diselenggarakan dapat menjadi pintu masuk untuk perkembangan pariwisata di Kabupaten Sambas, khususnya di daerah Senebah.

"Dengan kegiatan ini kita harapkan akan membuka peluang pariwisata di daerah ini, spot memancing serta keramahtamahan warga disini adalah modal yang besar untuk mewujudkannya," yakin Ichsan.

Dalam perlombaan pancing udang ini para peserta diberikan batas waktu selama empat jam untuk mendapatkan hasil pancingan yang maksimal untuk memenangkan perlombaan.  
“Perlombaan dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga 11.30WIB. Untuk mencapai spot memancing udang, para pemancing menggunakan transportasi motor air tambang,” jelasnya.  (noi/jee/sut)