Senin, 23 September 2019


Bupati Optimis Jeruk Sambas Kembali Berjaya

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1855
Bupati Optimis Jeruk Sambas Kembali Berjaya

ILUSTRASI Jeruk (food.detik.com)

SAMBAS, SP – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili optimistis kejayaan jeruk Sambas akan bangkit. Optimisme itu bukan omong kosong belaka. Sebab, Kementerian Pertanian (Kementan) RI bakal mendukung program tersebut. "Insya Allah jeruk Sambas akan kembali jaya di level lokal, nasional dan internasional," kata Atbah ketika dihubungi Suara Pemred, Minggu (9/10).

Atbah mengungkapkan, kehadiran Dr Sarwo Edi MP sebagai Direktur Buah dan Florikultura
Kementerian Pertanian RI pada Kamis (6/10) lalu di Citrus Center Kecamatan Tebas merupakan s
inyalemen jeruk Sambas akan kembali berjaya.

"Kementerian Pertanian lewat Direktur Tanaman Buah dan Holtikultura akan memberikan bantuan bibit unggul jeruk 200 hektare," ungkap Atbah.

Selain itu, Kementan RI juga siap membantu melakukan tindakan rehabilitasi jeruk yang terkena hama dan virus.

"Kita apresiasi pihak Kementerian Pertanian bersedia membantu melakukan rehabilitasi jeruk yang terserang hama dan virus di Sambas,” kata Atbah.


Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Nusa Bangsa (Gemasaba) Kalbar, Jimmy Pratomo mengaku senang mendapat kabar dukungan program Kementan RI untuk mendongkrak popularitas jeruk Sambas.

"Saya juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Kementan RI yang disuarakan oleh anggota DPR RI, Daniel Johan yang terus mendorong program ini," papar Jimmy.

Jimmy mengatakan bahwa mengembalikan kejayaan petani jeruk Sambas sama halnya dengan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Sambas secara luas.
“Ini yang menjadi esensi penting program revitalisasi jeruk Sambas," kata Jimmy.

Jimmy juga mengingatkan agar pemerintah jeli dalam penempatan lokasi dan menentukan arah kebijakan dari upaya mengembalikan kejayaan jeruk Sambas tersebut.

"Kemudian, pengelolaan tata ruang lahan harus arif dan bijaksana. Jangan sampai mengambil kawasan sentral padi yang kini sudah menjadi program pemerintah juga untuk ketahanan pangan," kata Jimmy.



Untuk Pemkab Sambas, kata Jimmy, perlu pengawalan dan pendampingan dari stakeholder terkait.
“Pemda Sambas wajib memfasilitasi segala kebutuhan petani agar upaya ini tidak bertepuk sebelah tangan," kata Jimmy.


Selain dua hal tersebut, Jimmy juga mewanti-wanti agar Pemkab Sambas tak lupa menyiapkan perangkat pemasaran yang baik untuk menampung dan mengarahkan hasil produksi jeruk Sambas nantinya.

"Perlu persiapan yang matang untuk pemasaran hasil panen nantinya. Jauh hari sudah dipersiapkan agar nantinya harga jual tidak anjlok seperti pengalaman sebelumnya. Selain itu, Bupati harus bisa menjamin harga jual sampai ke tingkat pemasarannya,” kata Jimmy.


Diketahui, luas lahan jeruk di Sambas pada 2015 yakni 8.886 Ha dengan lahan produktif 5.400 Ha dan hasil produksi sebanyak 93.211,5 ton. (sp/sut)