Rekonstruksi Pembunuhan Istri di Lubuk Bugis Sambas

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 1334

Rekonstruksi Pembunuhan Istri di Lubuk Bugis Sambas
REKONSTRUKSI – Polres Sambas menggelar rekonstruksi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berujung pembunuhan terhadap istri di Dusun Lubuk Bugis, Desa Tanjung Bugis, Kecamatan Sambas, Rabu (10/5). Pelaku pembunuhan, Azwar Anas memeragakan 27 ade
SAMBAS, SP – Pelaku pembunuhan, Azwar Anas (27) terhadap istrinya, Rizka Devianggita (27) yang terjadi di Dusun Lubuk Bugis, Desa Tanjung Bugis, Kecamatan Sambas pada Selasa (2/4) lalu itu menjalani rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (10/5).

Sebanyak 27 adegan diperagakan Azwar Anas. Jaksa penuntut umum dan penasehat hukum beserta saksi lainnya dihadirkan dalam gelar rekonstruksi tersebut.

Rekonstrusi itu menyita perhatian warga setempat yang ingin mengetahui pelaku pembunuhan. Satu di antara warga, Hamdan mengaku penasaran ingin melihat wajah pelaku yang sampai hati menghabisi nyawa istrinya dengan sebilah pisau dapur tersebut.

"Penasaran, belum lihat orangnya karena mereka orang baru di sini. Baru sekitar dua bulan. Jadi tidak kenal sama-sekali," kata Hamdan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra mengatakan, tersangka tega menghabisi nyawa istrinya karena istrinya berselingkuh dengan seorang lelaki via Line, sebuah aplikasi pengirim pesan gratis pada Maret 2017.

"Sejak saat itu korban mulai berani meminta cerai kepada tersangka, berlanjut sekira bulan April 2017 korban mengirim melalui HP foto porno kepada seorang laki-laki bernama Bagus yang beralamat di Semarang," tutur Real Mahendra usai rekonstruksi.

Dari kesaksian tersangka, lanjut Real Mahendra, istrinya mengakui bahwa dia berpacaran dengan Bagus dan berencana menikah dengannya setelah bercerai dengan Azwar. Real Mahendra mengungkapkan bahwa pada malam hari sebelum kejadian nahas tersebut terjadi, tidak ada pertengkaran hebat, bahkan boleh dikatakan keadaan normal dan biasa saja.

"Malam tersebut tersangka biasa saja tidak ada keributan atau hal lain. Tersangka bersama istrinyapun tidur bersama di dalam kamar," kata Real Mahendra.

Namun, sekitar pukul 01.00 WIB pada Selasa (2/4) dini hari, tersangka terbangun dari tidur, teringat akan permasalahan yang lalu. Kesal, cemburu dan sakit hati pada koban membuat Azwar mengambil sebilah pisau.

"Tersangka mengambil pisau dan kembali ke kamar, lantas Azwar menikam langsung pisau sepanjang 30 centimeter tepat pada ulu hati Rizka. Korban sempat mengerang dan meronta kesakitan namun ditahan tersangka, hingga korban kehilangan nyawanya," tutur Real Mahendra.

Tersangka, kata Real Mahendra, akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 44 Ayat 3 UU No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pasal 338 KUHP (pembunuhan). "Korban sebagai istri tersangka, maka akan dikenakan pasal primer yaitu KDRT. Kita lapis juga (Pasal) 338 (KUHP tentang Pembunuhan) dengan ancaman sama 15 tahun penjara," ujar Real Mahendra.

Kendati demikian, Real Mahendra mengatakan bahwa pihak keluarga korban telah memaafkan pelaku atas perbuatannya. "Keluarga korban, melalui ayahnya, sudah memaafkan perbuatan menantunya dan mengaku ikhlas," pungkas Real Mahendra. (noi/bah)