Bupati Atbah Minta Maaf

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 748

Bupati Atbah Minta Maaf
HORMAT BENDERA - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili melakukan hormat bendera merah putih saat berlangsungnya sebuah upacara di Halaman Kantor Bupati Sambas, belum lama ini. Di satu tahun pemerintahannya, Atbah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh ma
SAMBAS, SP – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat, bahwa dalam masa satu tahun kepemimpinannya belum mampu melakukan pembangunan yang cukup berarti di daerah yang dikenal Serambi Mekkah tersebut. Namun selain itu Atbah juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sambas yang telah mendukung dan memberikan respon positif serta ikut berperan dalam seluruh proses pembangunan dan pemerintahan.

"Kami memohon maaf jika program pembangunan hingga saat ini masih belum maksimal berjalan karena posisinya masih sedang proses lelang,” kata Atbah, Senin (12/6). Namun demikian, terhambatmnya pembangunan bukan tanpa alasan. Selain masih dalam proses lelang, keterlambatan juga dipengaruhi adanya perubahan dan suasana baru di pemerintahan. “Sehingga mungkin berpengaruh pada tingkat kehati-hatian yang semakin ekstra," ujarnya.

Selain itu beberapa hal yang juga ditengarai menjadi sebab lainnya adalah perubahan struktur dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten Sambas. "Perubahan susunan OPD, pejabat yang dirotasi dan nomenklatur juga mempengaruhi kinerja dan speed, ke depan InsyaAllah hal ini akan kita rapikan," janjinya.

Atbah mengaku, tidak ada keinginan dirinya sedikitpun untuk memperlambat proses pembangunan. "Tidak ada niat kita untuk memperlambat karena kita negara demokrasi, sehingga komunikasi dengan berbagai pihak juga mesti dilakukan untuk mengambil keputusan," tambahnya. Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah mendukung pemerintah Sambas dalam upaya menjalankan visi dan misi yang berakhlakul karimah.

"Peran semua pihak kelihatan dan kita apresiasi ini, terutama salah satunya dari kepolisian yang sangat membantu dalam mewujudkan visi misi Sambas yang berakhlakul karimah. Hal yang sama juga dilakukan oleh kejaksaan, TNI, instansi vertikal dan seluruh masyarakat Sambas," ucapnya.

Atbah yakin dengan komposisi Sekretaris Daerah Sambas yang baru, pelayanan kepada masyarakat akan bisa ditingkatkan. "Dengan hadirnya Sekda baru kita berharap peningkatan pelayanan juga bisa kita lakukan dengan baik, segala keterbatasan ini kami mohon dimaafkan, silakan masukan kritikan, dan nasihat serta input terhadap pemerintah, kita sangat terbuka kepada seluruh masyarakat," yakin dia.

Usai mengarungi tahun pertama, Atbah tetap kukuh untuk memprioritaskan persoalan infrastruktur di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia dan Laut Cina Selatan tersebut. Menurut Atbah, keterbatasan anggaran bukan menjadi kendala utama. "Pada tahun berikutnya, yang akan kita lakukan tetap pada fokus infrastruktur, meskipun dengan keterbatasan APBD kita yang lebih dari 50 persen untuk belanja pegawai,” ucapnya.

Namun keinginan pemerintahan untuk mengentaskan persoalan infrastruktur yang sekitar 1100 kilometer ini akan coba didongkrak penganggarannya dari dana pusat seperti dari kementerian yang ditambah dengan kemampuan daerah. Secara terpisah, seorang akademisi, Erik Darmansyah mengatakan, jalannya pemerintahan Sambas saat ini terlalu banyak diwarnai dinamika yang kurang baik.

"Sayangnya di masa kepemimpinan Atbah-Hairiah diwarnai dinamisasi yang kurang enak untuk dilihat misalnya, isu retaknya hubungan antra Bupati Atbah dengan Wabup Hairiah, semoga hanya isapan jempol saja," ungkap Erik. Dia juga menginventarisir dinamika lainnya yang mencuat selama satu tahun kepemimpinan Atbah Romin Suhaili dan Hairiah.

"Fakta pemberhentian Sekda Jamiat Akadol yang dilalui tanpa proses yang sesuai peraturan juga cukup menyita perhatian, terlebih sekarang masih dalam gugatan PTUN di Pontianak," ungkapnya. Bupati juga diingatkan agar lebih cermat dalam mengambil kebijakan terutama yang berkaitan dengan APBD.

"Bupati masih sangat perlu untuk lebih dalam dengan sistem pembangunan, misalnya mengenali proses atau tahapan sebuah kebijakan anggaran yang akhirnya  dicerminkan di APBD,” jelasnya.
Faktanya penurunan anggaran pembangunan yang sangat kentara, dan ini berakibat pada bentuk nyata pembangunan masa satu tahun Atbah dirasakan sangat minim. (noi/ang)