Pokmas Peduli Bencana Petakan Wilayah Rawan

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 559

Pokmas Peduli Bencana Petakan Wilayah Rawan
BERSALAMAN – Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili, bersalaman dengan anggota Pokmas Desa Makjage Tebas Peduli Bencana. H Atbah berharap, kehadiran Pokmas ini bisa menjadi pelopor peduli bencana di Kabupaten Sambas. SUARA PEMRED/NIO NURHADI
SAMBAS, SP - Kabid Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Eko Suprianto menegaskan, Kelompok Masyarakat (Pokmas) kelurahan dan desa, akan dibekali pengetahuan di bidang penanggulangan bencana. Mereka akan jadi Pokmas peduli bencana, yang bisa memetakan wilayah rawan.  

"Nantinya, mereka berperan membantu mengurangi kerentanan masyarakat terhadap ancaman bencana. Mereka membangun kesiapsiagaan masyarakat," tutur Eko, saat menyampaikan laporan kegiatan pembentukan Pokmas atau relawan peduli bencana di Kabupaten Sambas, Kamis (15/6).  

Tujuan pembentukan Pokmas ini, lanjut eko untuk mendorong partisipasi keterlibatan masyarakat yang lebih peduli terhadap penanggulangan bencana. Mereka akan berupaya mencegah, kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana.   Pembentukan Pokmas, fokus pada masyarakat yang wilayahnya berpotensi terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Misalnya Desa Mak Jage, Kecamatan Tebas.   

"Kita mengharapkan ada peningkatan keterlibatan dan peran serta Pokmas dalam penanggulangan bencana, khususnya Karhutla," sebut eko.   Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan dibentuknya Pokmas, maka meningkatkan kapasitasnya, sehingga bekerja dengan terkoordinasi, efektif dan efisien, adanya peningkatan kinerja serta daya dan hasil guna kegiatan.  

"Pokmas Desa Mak Jage terdiri dari 30 anggota. Kita harapkan dengan terbentuknya Pokmas ini, dapat mengajak masyarakat mandiri dan cekatan, ketika terjadi bencana serta menjadi pelopor penggerak pengendalian bencana di desa,”paparnya.  

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili mengapresiasi upaya pembentukan Pokmas peduli bencana. Ia mengharapkan pembentukan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk upaya pencegahan.  

"Pemkan mengapresiasi Pokmas yang telah terlibat langsung dalam upaya penanggulangan bencana. Ke depannya, harus kita upayakan tindakan pencegahan dan antisipasi sejak dini," tuturnya. H Atbah mengingatkan, pentingnya memiliki pola pikir yang benar terkait menghadapi bencana. Ia berharap, jangan lagi ada berpikiran bencana dari alam, namun sebenarnya adalah ulah manusia. Sehingga memperbanyak doa, dengan meminta keselamatan dan tolak bala dari bencana.  

"Mindset atau pola pikirnya adalah bagaimana kita punya kesadaran untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak akan mendatangkan bencana, antisipasi dini dan kita tolak bencana dengan menghadirkan prilaku-prilaku yang tidak merusak lingkungan," jelas dia.

 Harapan Bupati, terbentuknya Pokmas Desa Makjage Tebas Peduli Bencana, memberikan pemahaman dan kesadaran yang luas bagi kelompok masyarakat lainnya akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan peduli bencana. Pokmas ingat dia harus memberikan pelayanan yang tulus.

  "Jika memberikan bantuan kepada orang lain dengan tulus, insya Allah akan dibalas dengan yang lebih baik lagi, semua urusan insya Allah akan dipermudah oleh Allah," tuturnya. (noi/mul)