Pemkab Sambas Santuni Fisabillah

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 771

Pemkab Sambas Santuni Fisabillah
FOTO BERSAMA - Wabup Sambas, Hj Hairiah, berfoto bersama dengan tokoh-tokoh Sambas, usai berbuka bersama dengan puluhan santri dan santriwati dari beberapa panti asuhan di Kecamatan Sambas, di Aula Pendopo Bupati Sambas, Selasa (20/6). SUARA PEMRED/KINOI
SAMBAS, SP – Pemkab Sambas, mengucurkan dan membagikan dana santunan untuk 600 fisabilillah, yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Agama Islam. Mereka antara lain, amil zakat dan sodakoh, imam masjid dan pengurus makam Muslim se-Kabupaten Sambas.   Pembagian dana santunan ini, diserahkan langsung oleh Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili, Rabu (21/6) di Balairung Sari, Pendopo Bupati Sambas. Menurut Kabag Kessejahteraan (Kesra) Setda Kabupaten Sambas, Fery Satriansyah, pemberian santunan ini merupakan apresiasi Pemkab atas pengabdian mereka, dan penyerahannya merupakan zona terakhir.

  “Penyerahan santunan kepada para fisabilliah, dibagi dalam beberapa zona. Hal ini berdasarkan pertimbangan teknis, yaitu ke wilayahan," kata Fery.   Saat ini, kata Fery anggaran santunan kepada mereka baru mampu mengakomodir 600 orang saja, padahal masih banyak kalangan ini, yang berhak mendapatkannya. Demikian pula, besaran yang diberikan, masih belum bisa maksimal.  

"Kita berharap, santunan tidak dilihat dari jumlahnya. Pemkab sangat berhasrat untuk memberikan santunan lebih besar lagi, hanya saja belum sesuai kemampuan kita. Bupati berharap, para amil, imam masjid, dan pengurus makam Muslim, bisa maklum, dan kebutuhan penggunaan dana APBD, juga terbagi kebanyak konsentrasi," ujarnya.  

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili, mengapresiasi semua kinerja para amil, imam masjid, dan pengurus makam Muslim. Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena Pemakb belum bisa mengakomodir semuanya.  

“Kita tetap akan meningkatkan apresiasi ini, dengan memberikan perhatian serius terhadap keberadaan atau eksistensi profesi mereka.  Pemkab berterima kasih, dengan keberadaan para amil, imam masjid maupun pengurus makam. Profesi ini sangat strategis guna menunjang terwujudnya Kabupaten Sambas yang religius," tutur H Atbah.
 

Diakuinya, , eksistensi para penerima santunan memiliki peranan penting mengurangi kondisi kerawanan sosial di masyarakat, misalnya kenakalan remaja dan penyakit masyarakat.   H Atbah mengimbau para amil, imam masjid, dan pengurus makam Muslim,  menjadi garda terdepan mengajak umat ke arah hidup yang telah digariskan dalam ajaran Agama.  

"Tetap semangat ajarkan kebaikan, Allah akan berikan nikmat lebih lagi kepada Hamba-Nya, yang membela ajaran. Pemkab Kabupatem Sambas terus berupaya agar masyarakat memiliki sendi-sendi akhlakul karimah yang kokoh. Amil, guru ngaji, imam masjid maupun pengurus makam adalah bagian dari komponen guna mewujudkan Kab Sambas yang berakhlakul karimah," paparnya.
  Ke depannya, insentif atau santunan itu, tegas Bupati akan menjadi perhatian serius Pemkab. "Doakan agar Pemkab, ke depannya bisa mengakomodir santunan yang lebih baik lagi," harap H Atbah. (noi/mul)