Minggu, 15 Desember 2019


Waspadai Penyakit Demam Berdarah

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 618
Waspadai Penyakit Demam Berdarah

GOTONG ROYONG – Warga gotong royong membersihkan lingkungan untuk mencegah penyakit, satu di antaranya Demam Berdarah Dengue (DBD).

SAMBAS, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, I Ketut Sukarja meminta masyarakat mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai mengacam kabupaten itu. Upaya pencegahan mesti segera dilakukan masyarakat agar tak teridap penyakit yang mematikan itu.

 Dijelaskan bahwa DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue, penyebab penyakit demam berdarah. “Selain dengue, nyamuk ini juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika. Karenanya kita telah menyampaikan kepada kepala Desa dan Puskesmas agar segera melakukan fogging (pengasapan)," kata Ketut Sukarja, Selasa (4/7).

Sukarja juga meminta masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih agar nyamuk pembawa penyakit tersebut tidak berkembang biak. "Masyarakat kita imbau untuk melakukan langkah membersihkan lingkungan 3 M yakni menutup tempat penampungan air, menguras dan mengubur sampah yang dapat menimbulkan genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk," kata Ketut Sukarja. Disinggung terkait kasus, Ketut Sukarja mengaku bahwa kasus DBD di Kabupaten Sambas masih pada angka yang belum tinggi.

"Sejauh ini dipastikan kasus DBD belum tinggi seperti daerah lainnya di Kalbar. Tapi kita tak boleh lengah. Karenanya upaya pencegahan sejak dini mesti kita lakukan," pungkas Ketut Sukarja. Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Uray Tajuddin menambahkan, instansi terkait diharapkan segera memberikan imbauan kepada masyarakat.

"Instansi terkait agar segera memasang plang atau pemberitahuan kepada masyarakat bagaimana cara menghindari virus demam berdarah, ajakan menjaga kebersihan, gotong royong membersihkan lingkungan di desa dan lingkungan sekitar dan lain-lain," ujar Tajuddin.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Disubkominfo) Kabupaten Sambas, Darsono mengatakan, pihaknya akan menyebarkan informasi secara luas agar masyarakat Sambas awas terhadap ancaman DBD.

"Nyamuk penyebar virus DBD ini siklus hidupnya panjang, 120 hari dalam satu hari dia bisa menggigit banyak orang. Karenanya memutus siklus kehidupan nyamuk ini sangat penting. Kita akan sampaikan ini secara luas di masyarakat dibantu dengan media massa tentunya," pungkas Darsono. (noi/bah)