Pencabulan Kembali Dera Sambas

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 817

Pencabulan Kembali Dera Sambas
SETOP KEKERASAN - Seorang aktivis menunjukan poster yang bertuliskan Setop Kekerasan Terhadap Anak di acara Car Free Day (CFD ) di sebuah daerah. Kampanye pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual mesti terus digemakan agar seluruh elemen masyarakat wasp
SAMBAS, SP – Kasus pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Sambas. Bocah kelas enam SD berusia 11 tahun dicabuli J (49) di rumahnya di Dusun Beliung, Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadi Prabowo melalui Kasatreskrim, AKP Raden Real Mahendra mengatakan, kasus pencabulan itu dialami korban sebanyak enam kali sejak 2015 sampai 2016.

"Korban menceritakan kejadian kepada orang tuanya dan orang tua korban melaporkan kejadian ini kepada Polsek Tebas, sehingga pada Selasa (25/7) sekitar pukul 22.00 WIB dilakukan penangkapan di kediamannya dan pelaku mengakui perbuatannya," katanya, Selasa (1/8).
Dijelaskan bahwa pelaku melakukan aksi bejatnya memcabuli korban dengan memanggil korban ke rumahnya dan meminta korban untuk mencabut uban dan mengurut badan tersangka. '

"Tersangka kemudian memperlihatkan kemaluanya dan meminta korban untuk memegangnya, namun korban menolak. Lalu tersangka meraba alat vital korban dan hal ini diulangi sebanyak enam kali," ungkapnya. Setelah tersangka melancarkan aksi bejatnya, korban diberikan uang sebesar seribu rupiah agar tidak menceritakan kepada orang lain.

"Korban diberikan uang sebesar seribu rupiah setelah tersangka melakukan aksi pencabulannya agar korban tidak memberitahukan kepada oramg tuanya  dan ini diulangi sebanyak enam kali," jelasnya. Tersangka terjerat Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Kasus lainnya terjadi di Desa Serumpun Buluh Kecamatan Tebas. Tersangka pencabulan, M (21) ditangkap aparat kepolisian Selasa (25/7) karena diduga telah melakukan tindak pencabulan terhadap korban yang juga masih dibawah umur," tambahnya. Kejadian terjadi pada November 2016. Pelaku melakukan aksinya di sebuah bengkel berulang kali sehingga menyebabkan korban yang berusia 17 tahun itu hamil.

"Kejadian awal pada Rabu, 16 November 2016 sekira 23.30 WIB, telah terjadi dugaan perbuatan cabul/persetubuhan terhadap anak di dalam kamar sebuah bengkel yang terletak di Dusun Buluh Parit, Desa Serumpun Buluh, Kecamatan Tebas," ungkapnya. Kejadian serupa kemudian berulang sepekan kemudian di tempat yang sama.

"Sepekan setelahnya tindakan tersebut terulang di tempat yang sama. Korban disetubuhi dan pelaku berjanji ubtuk bertanggung jawab namun urung dilakukan. Bahkan korban sudah hamil delapan bulan," pungkasnya. (noi/bah)