Bikin Puskesmas Sepi Lewat Germas

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 612

Bikin Puskesmas Sepi Lewat Germas
SENAM – Masyarakat Desa Sungai Kelambu, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas senam bersama, Kamis (7/9). Senam itu merupakan satu di antara kegiatan untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diluncurkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
SAMBAS, SP – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Desa Sungai Kelambu, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (7/9).

Berbagai kegiatan dilakukan seperti senam sehat bersama, kampanye makan buah-buahan lokal, pemeriksaan kesehatan gratis dan beberapa kegiatan lain.


 Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Dyah Yuniar Setiawati, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Kalbar, Sy Syamsurizal, Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas, I Ketut Sukarja serta kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Sambas, Camat se-Kabupaten Sambas, serta TP PKK Kabupaten Sambas.

Kepada awak media, Dyah mengatakan, pihaknya berharap Germas membuat Puskesmas sepi pengunjung.

"Kita berharap bahwa Germas ini akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kita sehingga Puskesmas sepi pengunjung," kata Dyah.

Germas merupakan instruksi dari Presiden Jokowi dan mesti diikuti oleh seluruh daerah di tanah air.

"Memang ini sudah ada Inpres Nomor 1 Tahun 2017 oleh Presiden Jokowi dan kami di pusat sangat senang dengan respons yang ada di tiap provinsi. Dengan adanya Germas di Kalbar, kita harapkan setelah pencanangan ini bisa diikuti oleh provinsi dan kabupaten lainnya," papar Dyah.

dikatakan bahwa Germas tidak boleh hanya seremonial dan pencanangan saja, namun harus dilaksanakan secara kontinyu.

"Kami berharap tidak hanya berhenti di pencanangan saja, melainkan secara terus-menerus. Sebab, Germas tidak hanya mencakup bidang kesehatan saja, namun juga melibatkan lainnya. Kita berharap semua SKPD berkomitmen mulai hari ini," tegas Dyah.

Tujuan utama Germas, kata Dyah, yakni membangun masyarakat yang memiliki pola hidup sehat.

"Goal (tujuan) kita yakni masyarakat hidup sehat dengan melalui upaya promotif, preventif yakni aktivitas fisik, makan sayur dan buah serta pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala," jelas Dyah.

Guna memantau perkembangan gerakan tersebut, Kementerian Kesehatan akan terus melakukan evaluasi secara rutin.

"Minimal ada pelaporan tiap tahun. Kami di pusat juga melakukan evaluasi bagaimana hal ini terlaksana di lintas sektoral," pungkas Dyah.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Kalbar, Sy Syamsurizal mengatakan, pihaknya sangat mendukung Germas yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Berbagai langkah telah kita lakukan seperti melakukan advokasi kebijakan dana desa yang berbasis pada kesehatan masyarakat. Kemudian juga advokasi kebijakan dari perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, sekolah dan tempat kerja," ungkap Syamsurizal.

Secara birokrasi dan struktural, pihaknya juga mendorong terbentuknya Forum Germas di Kabupaten Sambas.

"Kita juga melaksanakan Forum Germas kabupaten melibatkan semua SKPD yang dipimpin oleh Sekda Sambas dan ini sesuai Inpres," kata Syamsurizal.

Ditambahkan bahwa pilot project program itu pada 2017 di Kalimantan Barat ini menunjuk Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kapuas Hulu.
  “Harapan kita nanti akan ada komitmen bersama Germas sebagai gerakan yang terencana, terstruktur dan sistematis hingga ke tingkat masyarakat," pungkas Syamsurizal.

 Sementara Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili mengungkapkan, pihaknya berkomitmen mendukung Germas.

"Kami mendorong seluruh elemen masyarakat semuanya untuk bersama-sama membangun pola dan gaya hidup sehat. Dalam konteks pemerintahan kita akan membuat semacam regulasi atau aturan yang menyentuh semua level masyarakat, mungkin dalam bentuk Perbup," ungkap Atbah.

Pemkab Sambas akan melakukan upaya agar Germas mendapat tempat di hati masyarakat dan menjadi kebiasaan masyarakat Bumi Sambas Hebat.

"Kita sebenarnya sudah memulai ini, tinggal sekarang kita pantau terus-menerus dan evaluasi agar gerakan ini membumi di tengah masyarakat kita," pungkas Atbah. (noi/bah/pk)