Kabar Garam Serpihan Kaca Hoax

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 975

Kabar Garam Serpihan Kaca Hoax
PANEN GARAM - Petani sedang memanen garam. Petani diharapkan meningkatkan kualitas garam. Isu garam mengandung serpihan kaca yang kadangkala beredar diduga karena kualitas garam buruk sehingga sulit larut.
SAMBAS, SP – Kabar angin produk garam mengandung serpihan kaca yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Sambas beberapa hari terakhir ditepis oleh Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan setempat. Melalui Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag, Nisa Azwarita, kabar tersebut hoax (kabar bohong) belaka. "Kami sudah memantau dan melihat produknya. Tidak benar (garam) itu mengandung kaca," ungkapnya, Minggu (22/10).

Pemilik usaha garam konsumsi yang dituding mengandung kaca tersebut kata Nisa akan datang ke Sambas untuk memberikan keterangan terkait produk mereka.

"Jadi Senin (hari ini,red), pengusaha garamnya akan datang ke Sambas. Kedatangan mereka untuk memberikan kejelasan mengenai produk tersebut, sekalian nanti teman-teman media bisa menanyakan lagsung," pungka Nisa.

Sementara sebelumnya, warga mengaku menemukan benda bening di dalam kemasan garam konsumsi yang mereka beli. Penemuan tersebut kemudian menyebarkan kabar  bahwa garam tersebut mengandung kaca.

Satu di antara warga, Deden asal Desa Sempadian, Kecamatan Tekarang mengaku menemukan kristal yang mirip serpihan kaca.

"Setelah garam tersebut direbus bersama masakan lain, ternyata ada dari bagian garam yang tidak ikut terlarut. Bentuknya bening kristal mirip pecahan kaca," ungkap Deden.

Deden kemudian memutuskan untuk tidak memakan masakan yang menggunakan garam tersebut.

Warga lainnya, Agustina, asal Kecamatan Tebas juga mengalami kejadian serupa. Tak mau ambil risiko, dia pun membuang masakan yang sudah telanjur dimasak menggunakan garam tersebut.

"Saya terpaksa membuang masakan yang sudah telanjur itu. Daripada bikin penyakit, lebih baik kita jaga-jaga saja jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Agustina.
Lain halnya dengan Arini, perempuan asal Kecamatan Sambas ini mengaku tidak menemukan benda mirip kaca di garam dengan merek yang sama.

"Saya tidak menemukan yang mirip kaca. Tadi penasaran dan kita coba tapi tidak ada butiran mirip kaca," pungkas Arini. (noi/bah)