Petani Lada Minta Diperhatikan

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 1007

Petani Lada Minta Diperhatikan
JEMUR LADA – Petani sedang menjemur lada. Di Sambas, petani lada meminta pemerintah daerah memerhatikan mereka, terutama terkait pengendalian harga.
SAMBAS, SP - Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengapresiasi rencana Menteri Pertanian mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia.

"Kita sangat mendukung upaya mengembalikan kejayaan rempah-rempah. Hal ini ditambah Kabupaten Sambas juga merupakan penghasil rempah yakni lada," kata Hairiah, Minggu (22/10).

Masih dalam suasana Hari Pangan Sedunia, Hairiah menilai pencapaian pertanian di Kabupaten Sambas sudah sangat baik dan terus berkembang. Hal ini berkat adanya dukungan dari pemerintah pusat.

"Pertanian di Kabupaten Sambas sudah cukup maju. Para petani kita lebih termotivasi dan produktif. Hal ini dikarenakan adanya bantuan alat dan mesin pertanian yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat," kata Hairiah.

Hairiah berharap, hasil pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sambas terus meningkat, sehingga akan mengangkat derajat kesejahteraan petani di kabupaten ini.

"Semoga hasil panen terus meningkat. Kabupaten Sambas telah menjadi lumbung padi di Kalbar. Demikian juga kita harapkan untuk komoditas lainnya seperti kedelai, jagung serta hasil perkebunan dan rempah-rempah. Dengan demikian kesejahteraan petani akan semakin baik," pungkas Hairiah.

Dukungan akan upaya mengembalikan kejayaan rempah dan peningkatan produk pertanian lainnya juga disampaikan oleh Ketua Gerbang Tani Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi.

Dikatakan, secara khusus masyarakat tani Kabupaten Sambas memiliki keahlian berkebun lada.

"Secara topografi, Kabupaten Sambas bukanlah daerah yang benar-benar ideal untuk tanaman rempah jenis lada. Namun sejak dulu, tanaman lada sudah menjadi hasil perkebunan masyarakat kita. Kualitasnya pun sangat baik," jelas Bagus.

Diakui satu diantara petani lada, Nasir, mereka tak pernah mendapatkan perhatian khusus.

"Selama ini tidak pernah ada sentuhan khusus bagi petani lada. Sejak dulu begitu. Kita juga menanam lada dengan pengetahuan dan cara yang diajarkan turun-temurun," ungkap Nasir.

Meski demikian, Bagus berharap pemerintah memperhatikan nasib petani lada.

"Tak perlulah pelatihan yang bermacam-macam. Pemerintah kita harap bisa turut mengawasi dan membantu mengontrol harga lada. Itu saja. Karena selama ini harganya tidak menentu," harap Nasir. (noi/bah)

Komentar