Sebulan Pasca Razia PETI, Sungai Sambas Keruh Lagi

Sambas

Editor K Balasa Dibaca : 657

Sebulan Pasca Razia PETI, Sungai Sambas Keruh Lagi
KERUH - Kondisi Sungai Sambas keruh, Senin (6/11). (SP/Nurhadi)
SAMBAS, SP - Belum lama ini, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili memimpin langsung operasi razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di anak Sungai Sambas atau Sungai Teberau, Desa Madak, Kecamatan Subah.

Razia bersama Polres Sambas dan Satpol PP itu berhasil mengamankan belasan mesin dongfeng, bahkan Atbah ikut serta menghanguskan mesin-mesin dan menghancurkan pondok-pondok pekerja.

Sebulan pasca razia itu, warga Sambas kembali resah. Pasalnya sungai yang menjadi urat nadi kehidupan ini kembali berwarna coklat dan keruh

"Lagi-lagi air keruh dan masih cerita sungai tercemar, memang dasar pelaku peti harus dibasmi," kata Udin, warga Kecamatan Sambas,

Dia menduga ini akibat masih marakanya aktivitas PETI. Dia mengumpat pelaku PETI yang seolah tidak pernah jera untuk kembali beraksi.

"Kalau saya bisa menangkapnya, saya mau minumkan cairan merkuri ke mulut mereka biar jera, biar habis perkara," kesalnya.

Menariknya, pada Desember 2016, lima warga negara RRC juga pernah ditangkap di lokasi PETI di Desa Madak, Kecamatan Subah.

Terkait hal ini, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menegaskan, hanya ada satu pilihan bagi pelaku PETI.

"Mereka para pelaku  PETI Harus melegalkan usaha mereka dengan ada izin lingkungan, karena kalau tidak maka akan diamankan karena ilegal," tegasnya.

Aktivis lingkungan, Dely Purwadi mengatakan, persoalan pencemaran lingkungan di Sambas harus ditangani secara terfokus.

"Aparat kepolisian paling pantas untuk menangani kasus ini, artinya tidak hanya mengambil langkah aksi setelah air menjadi keruh akibat dugaan adanya aktivitas PETI, namun harus dilakukan pendalaman, siapa dalang di balik ini," katanya. (noi)