Atbah Minta ASN Kompak

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 458

Atbah Minta ASN Kompak
FOTO BERSAMA – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili berfoto bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sambas usai Salat Subuh berjemaah di Aula Kantor Bupati Sambas, Sabtu (13/1). (Ist)
SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili minta semua golongan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sambas profesional. 

Profesional yang dimaksud orang nomor satu di Kabupaten Sambas itu di antaranya profesional menjaga kekompakan. 

Hal ini sangat diperlukan dalam menjalankan sebuah sistem, laiknya sistem birokrasi pemerintah daerah. 

Minimal di tingkat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kata Atbah, harus berkomitmen dalam kekompakan. 

"Kita ini satu keluarga besar, big family. Kita harus kompak menjalankan pemerintahan ini," kata Atbah, Senin (15/1).

Atbah juga mengatakan, semua pejabat dan bawahan harus terjalin komunikasi yang baik. Tidak hanya itu, Atbah mengharapkan budaya silaturahim harus terbangun dalam lingkungan kerja ASN Kabupaten Sambas. 

"Jika silaturahmi telah terbangun dengan baik, saya yakin sistem pemerintahan dan pembangunan yang kita laksanakan akan berjalan dengan baik pula," kata Atbah. 

ASN, terutama yang mendapat amanah jabatan mulai dari eselon II hingga Eselon IV, tetap harus fokus melaksanakan tugas. ASN tak boleh terusik dengan isu perombakan. 

"Mutasi maupun promosi dalam karir ASN itu hal yang lumrah. Jangan sampai ada pandangan jabatan tertentu itu buangan atau apalah namanya. Tidak ada buangan, tetapi kerjalah dengan ikhlas karena Allah. Itu lebih baik," ingat Atbah. 

Sementara Sekretaris Daerah Kab Sambas, Drs H Uray Tajudin MSI menyebutkan, Pemda Kabupaten Sambas telah menyiapkan program kegiatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme kinerja ASN Kabupaten Sambas. 

"Kami telah menggelar pengembangan kapasitas untuk semua pimpinan OPD, Camat dan Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah. Pemda menginginkan  lahir karakteristik pimpinan yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi bekerja bernilai ibadah," kata Uray Tajudin. (noi/bah)