Distanak Sambas Tanggapi Positif Soal Impor Beras

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 349

Distanak Sambas Tanggapi Positif Soal Impor Beras
Kadistanak Sambas, Mohammad Yayan Kurniawan.
SAMBAS, SP - Keputusan Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras dipandang positif oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.

Kadis Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Sambas, Mohammad Yayan Kurniawan menilai, keputusan tersebut mesti dinilai pro-kontra, tetap harus dipandang positif. Menurutnya mungkin pemerintah menilai ada kekurangan stok beras secara nasional.

"Secara nasional tidak semua kabupaten surplus beras, dan hitungan tentunya ada jumlah produksi, jumlah konsumsi dan ketersediaan stok beras. Mungkin pemerintah menghitung ada kekurangan, jadi solusi jangka pendeknya yakni mengimpor beras tersebut," katanya, Kamis (18/1).

Ditambahkannya, karena Kabupaten Sambas sudah surplus beras, maka beras impor yang didatangkan oleh pemerintah pusat tidak akan masuk ke Kabupaten Sambas.

"Impor beras ini akan dihitung antara beras yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Sambas dan jumlah konsumsi serta stok cadangan. Jika surplus maka tidak perlu mendatangkan beras ke Sambas," tegasnya.

Sementara terkait beras nasional untuk masyarakat miskin (raskin), juga bukan termasuk dalam kategori beras impor yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand tersebut.

"Untuk program raskin dari pemerintah pusat itu bukan kategori beras impor yang dimaksud, karena raskin hanya diperuntukkan untuk masyarakat miskin," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Surat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018, tentang Impor Beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.

Beras tersebut merupakan kategori beras medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas Indonesia. (noi/pul)

Komentar