Minggu, 17 November 2019


Atbah: Jangan Salahgunakan Jalur Perbatasan untuk Narkoba

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 383
Atbah: Jangan Salahgunakan Jalur Perbatasan untuk Narkoba

PPLB Aruk

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili akan mendalami upaya hukum bagi tiga warga Temajuk yang ditangkap Polis Diraja Malaysia (PDRM) karena terlibat kasus upaya penyeludupan narkoba 5 kilogram pada Kamis (15/2) lalu. 

"Saya akan mendalami apa saja upaya hukum yang bisa kita berikan bagi ketiga warga Desa Temajok yang ditangkap PDRM ini," kata Atbah, Senin (19/2).

Keberadaan jalur perbatasan, kata Atbah, hendaknya tidak disalahgunakan untuk dijadikan akses penyeludupan narkoba.

"Narkoba sangat berbahaya, membunuh fisik, jiwa dan masa depan generasi muda. Warga Temajuk harus waspada terhadap semua peredaran barang yang masuk di daerah perbatasan dan ikut menjaga perbatasan dari lintas barang haram," ujar Atbah.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna mengawasi daerah perbatasan dari masuknya narkoba.

"Masyarakat kita harapkan bekerjasama dalam mengawasi, menginformasikan dan melaporkan hal yang mencurigakan kepada pihak yang berwenang, baik kepolisian atau TNI, dan ikut menjaga wilayah perbatasan," tegas Atbah.

Keprihatinan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Sambas, Hairiah. 

“Masyarakat Paloh jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis narkoba. Kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Masyarakat kita dijadikan perantara untuk bisnis narkoba," kata Hairiah. 

Karena itu, warga Paloh, khususnya yang dekat daerah perbatasan, agar berhati-hati. Tak usah mau dimanfaatkan oleh para penjahat yang ingin menyeludupkan narkoba ke Indonesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kamis, (15/2) lalu Polisi Malaysia menangkap lima WNI di daerah Telok Melano, perbatasan Malaysia dan Indonesia sekitar pukul 16.00 WIB karena kedapatan membawa sabu seberat 5 kilogram.

Tiga di antaranya merupakan warga Desa Temajok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas yang disuruh menjemput dua orang warga asal Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya di Kampong Melano, Malaysia. (noi/bah)