Desa Sendoyan ‘Kebanjiran’ Program APBD

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 405

Desa Sendoyan ‘Kebanjiran’ Program APBD
KERUK SAMPAH - Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di sungai. Di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas, tahun ini akan dilakukan normalisasi sungai yang dananya bersumber APBD 2018. (Ant)

Delapan Pembangunan Siap Dikerjakan di 2018


Kepala Desa Sendoyan, Juliansyah 
"Kita bersyukur tahun ini delapan paket pembangunan bersumber APBD 2018 masuk di desa kami. Dengan adanya program tersebut tentu mempercepat pembangunan desa ini."

SAMBAS, SP - Kepala Desa Sendoyan, Juliansyah mengatakan ada delapan program pembangunan daerah Kabupaten Sambas yang dilaksanakan di desanya yang bersumber dari APBD Tahun 2018 ini.

"Kita bersyukur tahun ini delapan paket pembangunan bersumber APBD 2018 masuk di desa kami. Dengan adanya program tersebut tentu mempercepat pembangunan desa ini," ujarnya, Selasa (20/2).

Juliansyah menyebutkan, di antara program tersebut yakni dua paket rehabilitasi saluran yang dianggarkan masing-masing sebesar Rp80 juta dan Rp135 juta, normalisasi sungai Rp185 juta, pembangunan jalan lingkungan Rp90 juta, pengadaan bibit itik Rp50 juta, pompanisasi Rp63 juta dan lainnya.

"Juga pengadaan penerangan jalan umum dan sekolah lapang padi sawah Rp94,4 juta. Di luar APBD, Sendoyan juga mendapat restribusi daerah sebesar Rp9,712 juta," paparnya.

Ia menjelaskan, sebagaimana visi pemerintahannya untuk transparan dalam anggaran dan pembangunan, maka setiap bantuan program disampaikan dan dipublikasikan untuk diketahui khalayak ramai.

"Di desa kita memiliki pusat informasi Pemdes Sendoyan. Salurannya melalui media sosial baik facebook, instragram maupun grup whatsapp. Informasi kita juga sebarkan melalui pertemuan dan kegiatan. Itu semua dalam rangka transparansi pengelolaan pemerintah desa," katanya.

Ia mengataakan bahwa sudah tidak zaman lagi setiap program atau proyek masuk di desa hanya diketahui sebagian orang atau pemerintah desa saja. Saat ini, semua masyarakat berhak ambil bagian untuk ikut berpartisipasi dalam membangun desa.

"Kita berkomitmen dalam membangun desa ini melibatkan semua pihak. Kita siapkan saluran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa. Pelayanan maksimal kepada masyarakat itu kita utamakan," jelasnya.

Juliansyah menyebutkannya, baru-baru ini pihaknya juga telah melakukan pembukaan dan seleksi secara transparan dalam mengisi jabatan yang kosong di pemerintahan 
desa. Semua dilakukan secara terbuka dan memiliki peluang yang sama untuk bisa berkiprah di pemerintah desa sebagai pelayan masyarakat.

"Tentunya kita memilih orang yang berkompeten dan mau mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat di desa.Kita buka pendaftaran secara trasparan dan melakukan seleksi tertulis dan wawancara. Semua kita lakukan demi transparansi pemerintahan desa," pungkasnya.

Transparansi Pengaruhi Kemajuan Desa


Direktur Diagram Khatulistiwa, Welly Arma mengatakan, semangat transparansi yang diusung oleh Kepala Desa Sendoyan patut ditularkan kepada desa lainnya.

"Kita mengapresiasi semangat transparansi Kades Sendoyan, Juliansyah. Ini mesti diikuti oleh Kades lainnya, menjadi contoh dan diterapkan juga pada desa lain di Sambas," paparnya.

Tata cara kerja yang akuntabel yang dianut oleh suatu desa akan membuat daerah tersebut semakin maju dan berkembang dengan pesat.

"Semakin terbukanya informasi terkait upaya dan program pembangunan suatu desa, maka kualitas pembangunan akan lebih baik pada desa tersebut. Kontrol sosial bisa dilakukan oleh masyarakat desa," terangnya.

"Pembangunan akan berjalan efektif dan bebas dari sangkaan negatif, apalagi sekarang kepolisian bahkan dilibatkan dalam proses pengawasan penggunaan dana desa. Karena itu, pemerintahan desa yang jujur dan transparan akan berjalan dengan amat baik," tambahnya.

Welly menyarankan pemerintah desa mesti mendapatkan tambahan ilmu tentang pengelolaan dana.

"Transparan saja masih belum cukup. Akan lebih baik Pemdes mampu mengelola keuangan desa dengan amat baik dan tidak terkendala pemahaman akan aturan yang terbatas,” katanya. (noi/bah)