Minggu, 22 September 2019


Pelaku Video Asusila Warga Sambas Ditangkap Polisi

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 537
Pelaku Video Asusila Warga Sambas Ditangkap Polisi

Tersangka saat diinterogasi polisi. (SP/Kinoi)

SAMBAS, SP - Polsek Paloh berhasil mengamankan para pelaku dalam video asusila yang sempat menggemparkan Kabupaten Sambas, lantaran telah menyebar luas di media sosial.

Kapolsek Paloh, Kompol Habib Turhiba mengatakan, korban dalam video tersebut baru berumur 17 tahun.

"Pada Hari Senin (20/3) kemarin, pihak kepolisian mendatangi rumah salah satu warga dan menerangkan mengenai adanya sebaran video yang bermuatan keasusilaan, kita menjelaskan kepada orang tua korban yang mana pada video tersebut, terdapat putrinya yang baru berusia 17 tahun," ungkap Kapolsek, Kamis (22/3).

Aparat, kata Kapolsek kemudian menjelaskan duduk perkara pelecehan tersebut kepada orang tua korban, yang kemudian menanyakan kebenaran kejadian kepada putrinya tersebut.

"Orang tuanya lalu menanyakan hal tersebut kepada anaknya, dan benar bahwa putrinya mengakui bahwa memang dia yang ada dalam video tersebut, korban juga mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada akhir tahun 2015 silam," jelas Kapolsek.

Diceritakan korban, dirinya pada saat itu melakukan tindakan asusila bersama seorang laki-laki (TT) yang baru dikenalnya empat hari, di belakang bangunan sarang burung walet Dusun Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada pukul 22.00 WIB.

"Pada saat sedang melakukan tindakan asusila, korban dan pasangannya ini dipergoki oleh sekelompok orang yang jumlahnya belasan dan sebagian besar menggunakan masker atau penutup wajah, yang kemudian memaksa mereka melanjutkan hubungan intim tersebut sambil memvideokan adegannya," kata Kapolsek.

Tak hanya itu, dari pengakuan korban, dirinya juga dipaksa untuk bersetubuh dengan dua orang laki-laki yang telah menggerebek mereka.

"Sebagian dari mereka telah berbuat asusila dengan meraba-raba korban, kemudian korban dan pasangannya ditinggal bersama dua laki-laki yang ditugaskan untuk menjaga agar tidak kabur, pada saat itu dua diantara mereka yang ditugaskan menjaga, malah memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman menyebar video jika korban menolak," papar Kapolsek.

Dari pengakuan korban, kemudian pihak kepolisian melakukan pengembangan dan mengantongi nama-nama pelaku pelecehan untuk selanjutnya dilakukan tindakan penangkapan.

"Pada 20-21 Maret, kita melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku  yang terlibat dalam video tersebut yakni RZ (25), HN (32), dan DD (28). Dua diantaranya yakni RZ dan HN inilah yang juga memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman menyebarkan video korban," pungkas Kapolsek. (noi)