Harga Gabah di Sambas Naik , Petani Desa Sungai Kelambu Merasa Girang

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 437

Harga Gabah di Sambas Naik , Petani  Desa Sungai Kelambu Merasa Girang
Ilustrasi. Net
Petani padi di Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas kabupaten Sambas, mereasa kegirangan,lantaran harga jual gabah dari hasil panen musim ini mengalami kenaikan 

SP - Seperti yang  diakui satu dari petani Desa Sungai Kelambu ,Holdi, untuk harga padi pada musim panen kali ini terbilang cukup tinggi dari harga padi pada musim panen sebelumnya.

"Kami para petani padi jelas sedikit lega dengan harga padi musim panen kali ini, walaupun panen kali ini tidak seperti harapan kami. Namun setidaknya bisa membantu," ujar Holdi, Minggu (1/4).

Ia menerangkan  untuk harga padi pada musim panen kali ini, dibeli oleh pengumpul padi di desanya dengan harga Rp 4200 hingga Rp 4600 perkilonya

"Harga yang ditawarkan bervariasi, paling murah Rp 4200, sedangkan yang tertinggi Rp 4600. Bahkan kemarin ada yang berani beli Rp 4800, untuk salah satu jenis padi unggul," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan musim panen yang lalu lanjutnya, musim panen kali ini harga padi berbeda jauh. Pada musim panen sebelumnya, harga padi dibeli oleh pengepul sebesar Rp 3800 hingga Rp 4200 perkilonya..Selain harga padi untuk musim panen kali ini cukup bagus, hasil panen untuk musim tanam kali ini juga cukup bagus.dari sebelumnya 

"Alhamdulillah, untuk hasil panen musim tanam kali ini, hasilnya lumayan bagus. Ditambah dengan harga padi juga bagus. Tentunya menambah semangat kami untuk terus meningkatkan hasil produksi," ujarnya 

Dikemukakan walaupun harga padi seperti saat ini, masih dianggap belum seimbang dengan biaya produksi. Akan tetapi, di nilai sudah bisa membantu petani.

"Kalau harga yang ideal dibeli dengan harga Rp 5 ribu perkilonya, namun dengan harga saat ini sudah lumayan bagus," katanya.

Holdi menambahkan setiap kali musim tanam, biaya produksi diperlukan untuk membeli pupuk, racun rumput dan keperluan yang lainya.

"Yang harus di beli setiap kali musim tanam racun rumput dan pupuk, sedangkan untuk bibit biasanya diambil atau dipilih sendiri pada saat pertama kali panen," katanya.

Sementara itu, satu diantara  pembeli padi milik petani, Udang mengatakan, harga beli padi menurutnya sesuai dengan permintaan pasar.

"Kita beli dengan harga tersebut sesuai dengan permintaan pasar, kita juga berharap agar harga padi tetap bagus. Karena jika harga bagus, petani untung, kami pembeli juga mendapatkan keuntungan,"pungkasnya. (Nurhadi/jek)