Bimtek Wirausaha Pemula, Warga Perbatasan Sambas Diharap Mampu Bersaing

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 273

Bimtek Wirausaha Pemula, Warga Perbatasan Sambas Diharap Mampu Bersaing
BIMTEK – Sebanyak 30 pelaku wirausaha lokal di kawasan perbatasan Sambas mendapat bimbingan teknis dari pemerintah daerah, di Hotel pantura Sambas, kemarin. Dari Bimtek tersebut diharap pelaku usaha mampu bersaing saat dibuka jalur darat perbatasan. (SP/K
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Kumindagper) Sambas menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pelatihan bagi wirausaha pemula kawasan perbatasan di Hotel Pantura, kemarin.

SP - Kadis Kumindagper Sambas Musanif mengatakan, Bimtek ini bertujuan mempersiapkan masyarakat perbatasan menghadapi efek domino dibukanya pelintasan darat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Sajingan Besar.

"Memberikan pembekalan dan wawasan kepada para wirausaha pemula yang akan mengelola dan mengembangkan usahanya," kata Musanif.

Dalam Bimtek itu, ada beberapa hal yang diajarkan, seperti pengelolaan keuangan atau sistem pembukuan sederhana dan penghitungan pajak. Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan pengembangan jejaring bisnis maupun penyusunan proposal bisnis.

Dia yakin dengan Bimtek itu dapat meningkatkan motivasi bagi wirausaha pemula dalam menjalankan usahanya. Jangka panjangnya, sasarannya adalah lahir para pengusaha lokal yang mampu berinteraksi dalam bisnis formal dalam konteks perdagangan lintas batas negara dan perdagangan internasional.

Bimtek tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari Sajingan Besar dan Paloh. “Peserta merupakan wirausaha pemula yang telah kita seleksi terlebih dahulu dengan beberapa persyaratan administrasi maupun survei lapangan," ucapnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyambut baik program yang dilaksanakan tersebut. Kata dia, masyarakat perlu dipersiapkan guna menghadapi perubahan-perubahan sosial seperti dibukanya jalur perbatasan di Aruk Sajingan Besar.

"Jangan sampai kita terutama masyarakat perbatasan menjadi penonton. Tetapi kita harus terlibat aktif dan memberi warna positif," tegas dia.

Dia mengingatkan, dibukanya Border Aruk harus lebih menguntungkan masyarakat Sambas. Potensi Sambas sangat besar, banyak komoditas yang bisa dijadikan item ekspor.

"Ini adalah peluang besar bagi masyarakat kita untuk meningkatkan pendapatan atau perekonomian. Pemerintah sangat serius dengan pembangunan daerah perbatasan, dan kita patut bersyukur berada di perbatasan," ingat dia.

Hanya saja, masyarakat harus jeli dan aktif dalam menggali informasi dan pengetahuan agar tidak tertinggal dalam meraih peluang yang ada. Guna menunjang optimalisasi PLBN Aruk, pemerintah pusat berencana membangun dry port atau terminal barang.

"Pemerintah daerah telah siap dengan hibah lahannya. Ini harus jadi pendongkrak pertumbuhan daerah dan masyarakat Sambas ke depan," harap dia. (nurhadi/ang)