Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar Ditunda 2020

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1023

Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar Ditunda 2020
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili
SAMBAS, SP - Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) kembali ditunda, dari yang sebelumnya direncanakan dibangun tahun 2019 menjadi tahun 2020. Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, penundaan itu disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dalam Rapat Teknis Musrembangnas.

"Alasannya karena kegiatan pembangunan multiyear pada akhir periode kepemimpinan Jokowi tidak diperkenankan, akan tetapi berdasarkan yang disampaikan Kementrian PU kepada saya, pada tahun 2020 jembatan akan dibangun," kata Atbah, Senin (14/5)

Sampai saat ini, progres upaya pembangunan JSSB sudah pada penentuan titik lokasi, yang terletak di Kecamatan Tebas dan Kecamatan Tekarang.

"Kementerian PU sebelumnya telah mengetahui adanya rencana badan jalan, serta titik lokasi pembangunan, pada intinya mereka mendukung pembangunan JSSB ini," jelas Bupati.

Keberadaan JSSB merupakan impian warga Kabupaten Sambas, keberadaannya akan menjadi pemicu bergeraknya perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik.

"Jembatan ini sangat strategis untuk transportasi serta akan berefek kepada peningkatan taraf ekonomi masyarakat secara signifikan, sebagai anggota masyarakat dan sebagai bupati, saya tetap menginginkan pak Jokowi bisa meletakkan batu pertama jembatan tersebut," jelasnya.

Kendati demikian, Bupati Sambas yakin dengan upaya bersama, Jembatan Sungai Sambas Besar akan segera hadir di tengah-tengah masyarakat.

"Dukungan semua pihak termasuk dukungan politis akan kami optimalkan untuk hadirnya jembatan sungai sambas besar di 2019, saya yakin dan optimis," pungkasnya.

Ditundanya pembangunan JSSB disayangkan oleh tokoh masyarakat, Kamaruddin. Menurut dia, pembangunan JSSB merupakan kebutuhan penting.

"Ini merupakan rangkaian yang sangat berhubungan, dibukanya PLBN Aruk dan jika disertai pembangunan JSSB, maka rakyat Sambas akan menikmati laju roda perekonomian yang signifikan," ucapnya.

Meski pemerintah menunda, upaya pembangunan tidak boleh terhenti, dan Pemda Sambas beserta stakeholder harus bersinergi. menurut dia, sangat politis jika menunda pembangunan di masa penghujung pemerintahan Jokowi, setidaknya pemerintah pusat mesti memberikan stimulus agar bisa dilakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan. 

“Eksekutif dan Legislatif mesti bersinergi untuk meminta agar JSSB menjadi prioritas untuk dibangun, mengajukan permintaan kepada DPR RI agar pada APBNP stimulus JSSB bisa dianggarkan," tutupnya. (noi/ang)