TK Pembina dan SMA Muhamadiyah Sambas Wakili Kalbar Lomba Sekolah Sehat Nasional

Sambas

Editor Indra W Dibaca : 338

TK Pembina dan SMA Muhamadiyah Sambas Wakili Kalbar Lomba Sekolah Sehat Nasional
SMA Muhamadiyah Sambas wakili Kalbar di lomba Sekolah Sehat Nasional. (SP/Noi)
SAMBAS, SP - Dua sekolah di Kabupaten Sambas jadi peserta Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional.

Tim penilai Sekolah Sehat Nasional, hari ini, Kamis (19/7) menyambangi kedua Sekolah tersebut yakni TK Pembina di Jalan Gusti Hamzah Kecamatan Sambas, dan SMA Muhammadiyah Sambas yang terletak di Jalan Pendidikan Kecamatan Sambas.

Hadir langsung Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional, Prof Dr I Wayan Ardana beserta anggota tim lainnya.

Dikatakan dia, hari ini ada dua sekolah yang kita nilai yakni di TK pembina dan SMA Muhammadiyah.

"Kedua sekolah ini kita lihat memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam hal sarana, kemudian SDM-nya serta kualitas daripada upaya membangun sumber daya pendidikan," ungkapnya.

Dari apa yang disaksikan tim penilai, Wayan mengatakan murid-murid kedua sekolah tersebut sangat membanggakan.

"Kita juga melihat bagaimana siswa di sekolah tersebut, sejauh ini yang kita dapati telah memperlihatkan perilaku yang sangat baik sopan santun dan berkarakter," katanya.

Lanjut dia, terdapat empat sekolah di Kalbar yang menjadi peserta Lomba Sekolah Sehat, sebelumnya keempat sekolah tersebut telah lolos seleksi sekolah sehat tingkat provinsi.

"Di Kalimantan Barat ada 4 sekolah yang kita nilai mulai dari TK SD SMP dan SMA, yang diusulkan dan juga mempunyai prestasi sebagai juara lomba sekolah sehat di tingkat provinsi," ucapnya.

Terdapat kriteria penilaian yang diterapkan panitia, dan pada lomba sekolah sehat nasional tersebut terdapat dua kategori.

"Ada dua kategori sekolah sehat, ada sekolah terpencil dan juga sekolah yang perkotaan, jadi kita lihat mengenai bagaimana kinerja sekolah itu sendiri, dan semua ini dikaitkan dengan sekolah tersebut apakah di daerah perkotaan ataupun di daerah terpencil, sehingga semua sekolah memiliki kesempatan yang sama," bebernya.

Tak hanya itu, penilaian juga termasuk pada bagaimana upaya sekolah untuk menjadi sekolah sehat secara kompleks.

"Yang juga kita nilai adalah bagaimana pencapaian kerjanya, dan usaha untuk meningkatkan menjadi sekolah sehat sehingga baik itu sekolah di daerah terpencil maupun di kota semua memiliki peluang, juga yang kita perhatikan adalah program sekolah, kemudian perencanaan dan jaringan mereka terhadap Puskesmas, Pembina UKS, baik itu di provinsi kabupaten kota dan termasuk sekolah lainnya," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Drs H Sabhan MPd mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sambas telah berupaya maksimal membantu terwujudnya Sekolah Sehat bertaraf nasional.

"Kita mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas yang begitu tanggap terhadap pentingnya penilaian lomba sekolah sehat ini," katanya.

Dijelaskan dia, hal tersebut adalah termasuk satu diantara instrumen penilaian Sekolah Sehat Nasional.

"Ini juga menjadi salah satu komponen penilaian seperti bagaimana kepedulian pemerintah daerah terhadap unit kesehatan sekolah atau UKS," ungkapnya.

Sabhan yakin, TK Pembina Sambas dan SMA Muhamadiyah Sambas bisa berbicara banyak di tingkat nasional.

"Saya melihat peluang untuk menang bagi sekolah di Sambas cukup terbuka karena ada dua kategori yakni perkotaan dan pedesaan," yakinnya.

Diharapkannya, prestasi sekolah sehat bisa menjadi motivasi sekolah lainnya untuk lebih menungkatkan taraf mereka.

"Dampaknya kita harapkan kegiatan seperti ini bukan hanya untuk sekolah yang dinilai, akan tetapi juga menjadi pemicu bagi sekolah lainnya di Kabupaten Sambas untuk benar-benar memperhatikan pentingnya menjadi sekolah sehat," katanya.

"Jika siswanya sehat masyarakat di sekitarnya juga sehat, sekolahnya sehat maka dalam proses belajar mereka akan menjadi maksimal, kita akan mampu mewujudkan generasi yang cerdas dan unggul," pungkasnya. (noi)