Manajemen Rumah Kaca Gelar Diskusi Evaluasi Kinerja Atbah

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 254

Manajemen Rumah Kaca Gelar Diskusi Evaluasi Kinerja Atbah
Ilustrasi. (Net)
SAMBAS, SP – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Manajeman Rumah Kata, menggelar diskusi terkait evaluasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sambas, di Baleba Kafe, Senin (23/7) malam. 

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili; wartawan senior Mursalin; akademisi dan praktisi anggaran Wahyudi; Direktur Poltesa, Mahyus; Kepala Bappeda, Sabtuni; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sabhan; Anggota DPRD, Anwari, Eko Suprihatino dan Subhan Nur.

Dalam kesempatan pertama, akademisi dan praktisi anggaran, Wahyudi mengatakan, satu di antara pekerjaan rumah yang mesti dilakukan bupati adalah, membenahi kemampuan daya saing daerah.

Menurut dia, saat ini Sambas hanya menduduki daerah tujuan investasi nomor sembilan. “Indeks pembangunan manusia (IPM) memang naik menjadi lima besar, namun pendidikan stagnan di angka 12," kata Wahyudi.

Dalam sisa waktu kepemimpinan Atbah, dia menyarankan agar pemerintah daerah memperbesar belanja modal yang artinya memperbanyak pembangunan infrastruktur dan kebutuhan pelayanan publik. “Belanja modal kita sangat kecil, terkecil kedua di Kalbar setelah Kubu Raya,” ungkapnya.

Subhan Nur menyarankan Pemda Sambas memenuhi janji politiknya semasa kampanye. “Perhatikan janji kampanye, penuhi sisa sisa janji, lalu perhatikanlah persoalan infrastruktur, budaya dan lainnya,” harapnya.

Subhan juga meminta bupati lebih ketat kepada bawahan agar kemungkinan adanya pungutan liar bisa diberantas.

Berbeda disampaikan Mursalin, bupati mengemban beban psikologis yang berat dikarenakan kondisi demografi serta sejarah. "Risiko beban historis yang berat diemban oleh bupati, apapun yang dilakukan bupati akan selalu dikritisi, bahkan masyarakat berharap, Sambas harus lebih maju dari Pontianak," katanya. Sementara Direktur Poltesa Mahyus berharap Atbah menjadikan Poltesa sebagai mitra dalam pembangunan.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyatakan dalam sisa waktu tiga tahun ke depan, dia yakin bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sambas.

"Saya tidak berani berjanji muluk-muluk, namun ada niat saya membangun rumah sakit tanpa kelas, dan ini akan bisa direalisasikan," ungkapnya.

Pada diskusi yang mengalir hangat tersebut, bupati juga membawa serta beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan narasumber. (noi/ang)