Sambas Dapat Bantuan Rumah Sakit Pratama, Bupati Tidak Ingin Bangunan Bermasalah

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 571

Sambas Dapat Bantuan Rumah Sakit Pratama, Bupati Tidak Ingin Bangunan Bermasalah
PELETAKAN BATU PERTAMA – Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat, dimulai. Bupati Atbah memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh pihak yang telah memudahkan proses pembangunan rumah sakit tersebut. (Ist)
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili
“Berat janji kampanye saya yang ini, membangun rumah sakit. Jika nginap di desa, tidur di rumah warga, itu mudah. Dimana saja saya bisa tidur. Memberi instentif bagi hamil, guru ngaji, juga sudah saya lakukan. Alhamdulillah rumah sakit akhirnya Allah beri kemudahan juga,”

SAMBAS, SP – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili bersama Wakil Bupati Hairiah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat. Pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan lahan seluas lima hektare. 

“Akhir tahun 2018 nanti, akan hadir rumah sakit baru di Kabupaten Sambas,” kata Atbah, kemarin. 

Atbah bersyukur atas terwujudnya pembangunan rumah sakit itu, karena merupakan salah satu janji politiknya semasa kampanye.

“Berat janji kampanye saya yang ini, membangun rumah sakit. Jika nginap di desa, tidur di rumah warga, itu mudah. Dimana saja saya bisa tidur. Memberi instentif bagi hamil, guru ngaji, juga sudah saya lakukan. Alhamdulillah rumah sakit akhirnya Allah beri kemudahan juga,” ucapnya.

Atbah memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh pihak yang telah memudahkan proses pembangunan rumah sakit itu. Mulai dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, dinas dan instansi terkait hingga masyarakat Desa Puringan yang telah menghibahkan tanah seluas lima hektare.

“Insyaallah Puringan dan sekitarnya akan jadi daerah maju, karena ada rumah sakit. Harapan saya, rumah sakit ini dapat mengakomodir minimal untuk benua atau wilayah yang terpisah oleh sungai ini,” tutur dia.

Masyarakat diminta memberikan dukungan pada pembangunan rumah sakit ini. Bupati juga memberikan peringatan pada kontraktor agar bekerja sesuai dengan yang telah diatur. 

“Saya tidak ingin bangunan ini ke depan tidak sesuai harapan. Jangan sampai ada masalah pembangunannya. Pemerintah daerah serius dengan proyek ini,” tegas dia.

Dia memastikan, siapa saja pihak-pihak yang berkeinginan untuk menggagalkan pembangunan Rumah Sakit Pratama ini, akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Harapan dia, dengan adanya pembangunan rumah sakit ini, memberikan banyak keuntungan bagi semua pihak dan masyarakat. “Kita ingin pembangunan ini sukses. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh agar ini segera terealisasi,” sebut dia.

Kepala Dinas Kesehatan Sambas Fatah M mengatakan, pembangunan rumah sakit ini merupakan perwujuduan dari janji kampanye bupati, kemudian diajukan proposal kepada Kementerian Kesehatan.

Diungkapkan dia, prosesnya sebenarnya begitu panjang, bulan Juni 2018 kemarin baru rampung proses tendernya. “Insyaallah, akhir November ini bangunan fisik harusnya sudah selesai,” tegas dia.

Namun sejumlah kendala masih ditemukan, diantaranya akses jalan masuk. Menurut Fatah, listrik dan instalasi juga harus selesai pada Desember nanti.

“Dukungan pemerintah daerah misalnya pengurusan izin operasional, masih perlu mendukung pendanaan. Karena rumah sakit belum ada dana, termasuk perekrutan sumber daya manusianya,” jelas dia.

Ditargetkan, bulan Juli 2019 sudah harus beroperasional. Jika tidak terwujud dalam kalender kerja itu, menurut dia, akan sulit untuk mendapatkan bantuan operasional lanjutan dari pemerintah pusat. “Jika sudah operasional baru bisa minta dukungan dana pusat lagi,” imbuh dia.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sambas, Heri meminta semua ikut mengawal, termasuk masyarakat. Kata  dia, sebenarnya pembangunan ini jangan dibikin sulit.

“Kontraktor cukup kerja sesuai dari apa yang telah ditentukan. Insya Allah tidak akan ada masalah,” sebut dia.

PPK proyek juga ingat, harus ekstra melakukan pengawasan pekerjaan. Minimal saran dia jangan sampai ada pekerjaan yang terbengkalai.

“Ini kan rumah sakit yang besar, pengawasannya juga harus ekstra. Kami mengharapkan, dilibatkan termasuk dalam peninjauan lokasi. Ini juga bentuk kontrol atau tugas pengawasan dari kami,” saran Heri.

Rekrut Warga Setempat

Camat Teluk Keramat, Usman juga menyambut baik, wilayah kerjanya dijadikan lokasi tempat pembangunan Rumah Sakit Pratama. Kata dia, masyarakat Desa Puringan khususnya dan Teluk Keramat sangat menginginkan hadirnya fasilitas kesehatan itu. 

Usman menyarankan, agar masyarakat ikut ambil bagian hadirnya rumah sakit di wilayah Teluk Keramat tersebut.

“Sekolahkan anak-anak kita. Minimal nanti petugas yang bekerja di rumah sakit berasal dari Desa Puringan dan sekitarnya,” ingat dia.

Tampak pada kunjungan bupati dan wabup untuk melakukan peletakkan batu pertama, di lokasi pembangunan sudah dilakukan pekerjaan berupa pembuatan alur-alur pondasi bangunan. Lahan menuju lokasi juga sudah dibentuk badan jalan secara bertahap dengan menggunakan batu kong. (noi/ang)