Wakil Bupati: Stop Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 470

Wakil Bupati: Stop Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan
Sambas, SP - Wakil Bupati Sambas, Hairiah meminta diadakan rembuk pendidikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus pelecehan dan kekerasan seksual di sekolah.

“Kemarin saya dialog interaktif dengan Pak Jaksa di RRI. Dibahas mengenai kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Saya dan bupati tidak mau mendengar lagi pelakunya adalah oknum guru,” ingat Wabup saat rembuk pendidikan di Kecamatan Selakau, Kamis (15/11).

Menurut Hairiah, kasus-kasus yang berhubungan dengan kekerasan seksual di Sambas cukup tinggi. Hingga saat ini sudah ada 20 kasus yang dilaporkan.

“Dalam kasus ini, ada anak yang menjadi pelaku dan ada juga anak yang menjadi korban. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegas Hairiah.

Forum rembuk pendidikan ini lanjut Wakil Bupati, harus melahirkan ide dan konsep agar anak-anak didik terhindar dari kekerasan dan pelecehan seksual. Menurut Hairiah, ini penting, karena anak didik adalah generasi penerus bangsa, dan mereka harus dibentuk menjadi SDM berkualitas dan berkarakter.

“Lingkungan sekolah dan keluarga mempunyai peranan penting menghadirkan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter ini,” kata Hairiah.

Hal lainnya yang menjadi perhatian Wakil Bupati Sambas, adalah jumlah anak putus sekolah. Dia meminta semua pihak peduli pada anak-anak yang putus sekolah.

“Dari rembuk pendidikan dan kebudayaan ini, kita bisa ajukan masukan dan saran kedepannya dalam musrenbang. Bagaimana membuat kerangka program agar bisa mengurangi atau mengatasi masalah anak putus sekolah. Bagaimana kita bersama-sama bisa mensupport generasi muda kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.

Hairiah juga meminta forum rembuk pendidikan mendukung visi misi pembangunan Kabupaten Sambas. Yakni membangun Kabupaten Sambas berakhlakul karimah, unggul, dan sejahtera.