Petani Sambas Butuh Stabilitas Harga Produk Pertanian

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 250

Petani Sambas Butuh Stabilitas Harga Produk Pertanian
Sambas, SP - Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengapresiasi kepedulian Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan atas perhatiannya kepada kemajuan Kabupaten Sambas.  

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Hairiah, saat menghadiri peresmian dan tebar benih perdana budi daya lele sistem bioflok di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kecamatan Pemangkat.  

“Program ini aspirasi Daniel Johan. Beliau juga banyak menyalurkan program aspirasi di bidang pertanian,” kata Hairiah, Jumat (16/11).  

Diakui Wakil Bupati, program pertanian yang disalurkan Daniel Johan kepada Kabupaten Sambas meningkat setiap tahun. “Diantaranya program jeruk, alat serta mesin pertanian. Setiap tahun bantuan tersebut selalu bertambah di Kabupaten Sambas.”  

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengaku mendapat banyak masukan dari petani dan nelayan Kabupaten Sambas. Satu diantara persoalan yang disampaikan petani adalah ketersediaan pupuk bersubsidi.  

“Ini meyakinkan kami bahwa subsidi (pupuk) harus berlanjut. Ini menjadi bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia yang mesti diwujudkan pemerintah. Bahkan ke depan kami akan berupaya agar jauh lebih banyak petani mendapatkan kuota pupuk bersubsidi tersebut,” kata Daniel Johan.  

Persoalan lainnya kata Daniel, adalah fluktuasi (turun naik) harga komoditas pertanian yang tidak menentu. Hal ini membuat para petani kesulitan.  

“Semua mengeluh bahwa harga jual produk pertanian merosot, seperti gabah, karet, kelapa, dan lada. Saya akan sampaikan langsung kepada menteri dan presiden, saya minta nanti kita ada rapat kerja antarkementerian. Saya akan rekomendasikan salah satu jalan mengatasi harga produk pertanian yang merosot adalah melakukan hilirisasi produk pertanian,” tegasnya.  

Daniel Johan juga akan menggunakan pengaruhnya dalam posisi politik Pemilu 2019. Dia meminta persoalan kestabilan harga produk pertanian menjadi perhatian serius.  

“Ini sangat penting. Saya dalam posisi sebagai jubir timses nasional, akan menyampaikan bahwa ini harus di pahami sebagai hal yang serius. Sehingga akan muncul kebijakan yang mampu mengatasi persoalan harga,” ujar Daniel.  

Kegiatan peresmian dan tebar benih perdana budi daya ikan lele sistem bioflok di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum juga menandai berakhirnya kunjungan kerja Anggota DPR RI, Daniel Johan di Kabupaten Sambas.  

Ketua Gabungan Kelompok Tani Sarana Menuju Sejahtera, dari Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, M Sahri menyampaikan apresiasinya atas bantuan program padi oleh Daniel Johan.  

“Kami Gapoktan Sarana Menuju Sejahtera ada 28 kelompok tani.  Bantuan program sub optimal 2018 sudah kami rasakan. Semua sudah disebar kepada seluruh kelompok dengan luas lahan lebih kurang 450 hektar,” kata M Sahri.  

Dia berjanji melalui program tersebut akan melakukan pengembangan tanaman padi, sehingga benih padi lokal akan menjadi pilihan para petani. “Sekarang ini merupakan tahun rendengan dan kami akan mengembangkan bibit padi yang telah disampaikan. Kami mengharapkan adanya benih padi label biru dari Jawa, akan tetapi benih padi lokal juga akan kita kembangkan,” pungkasnya. (noi)