DPRD Sambas Desak Raperda PDAM

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 239

DPRD Sambas Desak Raperda PDAM
Sambas, SP - Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Arifidiar mengingatkan agar rancangan peraturan daerah penyertaan modal kepada PDAM harus selesai 1 Desember 2018.

“Beberapa waktu lalu seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD di seluruh Indonesia diundang oleh kementerian PU PR, dalam rangka menyampaikan target. Pemerintah pusat menanyakan berapa realisasi air bersih yang telah dinikmati masyarakat serta sanitasi. Kata Presiden ini adalah hak dasar masyarakat dan harus segera dipenuhi,” kata Arifidiar, Minggu (18/11).

Menurut Arifidiar, untuk memenuhi target tersebut pemerintah pusat akan segera membuat program pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi di seluruh Indonesia.

“Setelah dihitung realisasi air bersih baru 72 persen dan sanitasi 67 persen. Presiden menargetkan 2019 harus sudah 100 persen, karena itu Kementerian PU membuat kebijakan dan peraturan, agar daerah mendapatkan program ini. Syarat utamanya adalah adanya perda tentang penyertaan modal kepada PDAM,” ujar Arifidiar.

Arifidiar meminta Pemkab Sambas bergegas membentuk perda penyertaan modal dimaksud, agar kabupaten ini mendapatkan program pemenuhan hak air bersih.

“Sebagai yang turut hadir, saya segera menindaklanjuti dengan membentuk Pansus dan memanggil kepala PDAM. Pemerintah pusat mentargetkan perda ini selesai 1 Desember. Padahal kita tahun mekanisme untuk menjadi perda sangat panjang rentangnya.”

Ketua DPRD mengarahkan ketua pansus agar mencari rumusan atau kesepakatan. Dia meminta Pemkab didesak agar mempercepat pembahasan reperda penyertaan modal PDAM.  

Arifidiar berharap perda tersebut bisa selesai tepat waktu. Kabupaten Sambas sangat membutuhkan peningkatan kualitas pelayanan kebutuhan publik seperti air bersih dan sanitasi.

“Saya harap ini bisa kita wujudkan sesuai waktu yang ditetapkan pemerintah, sehingga apa yang juga menjadi cita-cita saya yakni air bersih untuk seluruh warga Kabupaten Sambas akan tercapai,” katanya. (noi)