Diknas Gelar Pendidikan Berjenjang Calon Kepsek

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 495

Diknas Gelar Pendidikan Berjenjang Calon Kepsek
Sambas, SP – Kementerian Pendidikan Nasional menggagas program berjenjang calon kepala sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas melaksanakan Diklat in Service Learning Satu.

Acara diklat ini diikuti 70 calon kepala sekolah yang terdiri dari calon kepala sekolah SD 34 orang dan calon kepala sekolah SMP 36 orang. Sedangkan penguatan kepala sekolah sebanyak 90 orang terdiri dari 4 kepala sekolah TK, 50 kepala SD dan 36 kepala SMP, Rabu (21/11) di Aula Hotel Pantura Sambas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Sabhan MPd mengatakan Diklat in Service Learning 1 calon kepala sekolah dan Diklat penguatan kepala sekolah bertujuan memberikan pengetahuan dasar.
  “Karena selama ini dalam pengangkatan kepala sekolah langsung menjalankan tugas kepemimpinannya tanpa ada pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Itu membawa dampak tidak adanya perbaikan kinerja sekolah,” katanya.

Melalui penguatan calon kepala sekolah ada pendidikan seperti bekal kepemimpinan dan manajemen sekolah. Tentu hasilnya berbeda jika dibandingkan dengan kepala sekolah yang tidak mendapatkan pelatihan.

“Tentu calon kepala sekolah mendapat persiapan terlebih dahulu dengan kemampuan sebagai kepala sekolah baru. Kalau sebelumnya tidak ada penguatan dan pelatihan, mereka hanya berbekal pengalaman kepala sekolah dahulu,” ujarnya.

Setelah terbit Peraturan Menteri Pendidikan 6/2018, tugas kepala kepala fokus pada manajerial dan supervisi. “Dulu tugas kepala sekolah hanya sebagai tugas tambahan dan berkewajiban mengajar 6 jam per minggu. Namun sekarang tugas kepala sekolah hanya fokus sebagai kepala sekolah, tidak mengajar dan hanya melakukan supervisi kemudian kegiatan manajemen di sekolah.”

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Urai Iskandar menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi Permendikbud 6/2018.
“Calon kepala sekolah setelah selesai kegiatan in Service Learning Satu ini akan dilaksanakan lagi on learning di mana akan melaksanakan kerja nyata di sekolah tempat mereka bertugas selama 3 bulan,” jelasnya.

Setelah kerja nyata selama tiga bulan ini kemudian akan dilaksanakan kegiatan in service learning Dua. “Selanjutnya kita usulkan kepada BKPSDMAD Kabupaten Sambas, tapi tidak begitu serta merta langsung angkat menjadi kepala sekolah namun juga berdasarkan kebutuhan Kabupaten Sambas.” (Noi)

Ditempat yang sama Kasi fasilitas peningkatan mutu pendidikan (FPMP) lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) Kalbar, Wawan Kurniawan mejelasakan pihaknya mendampingi Pemda sambas dalam rangka pemenuhan standar pendidikan.

"Ada standar pendidikan dan pendidik khususnya kepada kepala sekolah kepala sekolah, mereka diharuskan memiliki sejumlah kompetensi, seperti kemampuan melaksanakan manajerial,  melaksanakan supervisi dan melaksanakan program kewirausahaan.  Sehingga bisa mengembangkan Sekolah," pungkasnya (hms)