Disdukcapil Musnahkan 37.971 e-KTP Rusak

Sambas

Editor Mul Dibaca : 154

Disdukcapil Musnahkan 37.971 e-KTP Rusak
PEMUSNAHAN – Bupati Sambas Atbah Romin Suhailu mempin pemusnahan 37.971 keping e-KTP rusak di Kantor Disdukcapil, Senin (17/12).
SAMBAS, SP – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sambas memusnahkan sebanyak 37.971 keping e-KTP rusak, untuk menjamin data kependudukan valid dan menghindari penyalahgunaan.

"Ini adalah pemusnahan e-KTP yang invalid rusak dan ganda. ini merupakan upaya untuk menertibkan data-data kependudukan di Sambas," kata Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, di Halaman Disdukcapil, Senin (17/11).

Atbah mengapresiasi kinerja Disdukcapil, karena berupaya mewujudkan pelayanan optimal bagi masyarakat. Menurut dia, berdasarkan penilaian Ombudsman, Disdukcapil Sambas mendapat penilaian tertinggi di antara Organisiasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain.

Hal ini menunjukkan, pelayanan yang dilakukan sudah baik, sehingga pelayanan sudah dalam kategori hijau. Bupati menegaskan, pemusnahan ini tidak ada kaitan dengan Pemilu dan data pemilih, akan tetapi murni menertibkan data kependudukan.

"Mencegah hal-hal yang menyebabkan kejahatan dan bisa terjadi karena pendataan data kependudukan," tutupnya.

Kadis Disdukcapil Kabupaten Sambas Wahidah mengatakan, pemusnahan ini atas perintah Dirjen Dukcapil untuk mengantisipasi penyalahgunaan e-KTP yang invalid atau rusak.

Tokoh masyaralat Sambas, Kamarudin SP menilai, Pemda Sambas tak boleh terlena dengan penilaian Ombudsman, karena dari sisi pelayanan, masih tetap harus meningkatkan kinerjanya.

"Jangan sampai membuat terlena, kita apresiasi, namun tetap harus dipertahankan dan ditingkatkan. Jika bicara pelayanan kependudukan saya rasa yang dilakukan OPD terkait sudah sangat baik, namun tentu saja masih bisa ditingkatkan,” ucapnya.

Dia berharap agar masyarakat Sambas tidak mempolitisir pemusnahan keping e-KTP rusak tersebut. "Sekarang penggunaan media sosial seperti tiada batasnya, kita harap foto dan kegiatan positif tersebut tidak dibumbui cerita politik," tutup dia. (noi/ang)