Gubernur Hadiri Panen Raya di Tebas, Penjualan Hasil Produksi Harus Diperhatikan

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 219

Gubernur Hadiri Panen Raya di Tebas, Penjualan Hasil Produksi Harus Diperhatikan
PANEN RAYA – Gubernur Kalbar, Sutarmidji bersama Bupati dan Wakil Bupati Sambas dan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalbar, Daniel Johan saat panen raya Gapoktan Sumber Rezeki di Kecamatan Sambas. (SP/Nurhadi)
Gubernur Kalbar, Sutarmidji
"Ke depan saya mengajak petani selain menanam beras biasa juga tanam beras merah, karena nilai jualnya tinggi"

SAMBAS, SP – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menghadiri panen padi dan jeruk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rezeki di Kecamatan Tebas, kemarin. Pada kesempatan itu,  Sutarmidji mengatakan perlunya pemasaran hasil produksi petani.

"Tadi katanya per hektare sudah lima ton, padahal rata-rata 3,2 sampai 3,6 ton. tinggal sekarang pasca panennya, kalau itu dijual dan dipasarkan harus dikemas baik dan ada merek yang membuat orang tertarik," kata Sutarmidji.

Gubernur juga mendorong agar petani untuk menanam varietas beras yang memiliki nilai ekonomis tinggi. "Ke depan saya mengajak petani selain menanam beras biasa juga tanam beras merah, karena nilai jualnya tinggi," sarannya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyatakan dukungan Pemprov Kalbar dan hingga pemerintah pusat merupakan salah satu kunci kesejahteraan petani.

"Mudah mudahan dengan ini petani semakin sejahtera, karena itu betul-betul menjadi harapan kami," katanya.

Upaya yang bisa dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, kata Atbah salah satunya menciptakan pasar strategis yang menjadi milik petani.

"Upaya apapun yang bisa dilakukan untuk petani agar sejahtera adalah kewajiban negara. Saya berharap banyak yang bisa kita lakukan agar petani sejahtera dengan menyiapkan pasar-pasar yang memang menjanjikan untuk mereka," ucapnya.

Dengan demikian, sambung Atbah, petani bisa menjual dengan nilai lebih, karenanya pemerintah melalui dinas terkait akan berupaya bagaimana petani menjadi sejahtera.

"Ke depan petani harus bangga menjadi petani, anak petani bangga menjadi anak petani, dan anak muda bercita-cita menjadi petani," tutup Bupati.

Ketua Gerbang Tani Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi mengungkapkan, luas lahan yang dipanen mencapai 800 hektar, gabungan dari gabungan dari tiga desa yakni Desa Pusaka, Desa Sungai Kelambu dan Desa Mensere.

“Sejauh ini dengan bantuan yang diberikan kita panen 5,4 ton per hektare," ungkapnya.

Meski demikian, dia berkeyakinan hasil panen semestinya bisa lebih baik lagi apabila tidak diganggu oleh serbuan hama.

"Kemarin memang ada hama wereng, di Kecamatan Tebas, karenanya memang kita masih sangat butuh perhatian pemerintah," harapnya. (noi/jee)