Senin, 23 September 2019


Warga Desa Sempuduk Dambakan Listrik, Siap Bantu PLN Angkut Matrial dan Peralatan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 148
Warga Desa Sempuduk Dambakan Listrik, Siap Bantu PLN Angkut Matrial dan Peralatan

BENTANGKAN SPANDUK – Warga Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Kecamatan Selakau Timur membentangkan spanduk meminta kepada Ketua DPD RI, Oesman Sapta membantu mereka agar desanya dialiri listrik PLN. (Ist)

Kepala Dusun Gayung Bersambut, Makmur Yanto
"Sudah sekian tahun tidak merasakan listrik, di Dusun Gayung Bersambut ada 101 KK, sudah bertahun berjuang, tapi tidak pernah digubris, kita harap tahun ini dialiri listrik"

SAMBAS, SP – Warga Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Kecamatan Selakau Timur, membuat pernyatan agar desa mereka dialiri listrik PLN. Pernyataan tersebut ditandatangani tiga kepala dusun di desa tersebut, yakni Dusun Gayung Bersambut, Dusun Slobat dan Dusun Sempadang.

Ada empat poin pernyataan yang disampaikan warga, pertama, sangat mengharapkan listrik PLN terpasang di desa mereka. Kedua, siap membantu PLN secara swadaya jika kesulitan mengangkut material dan peralatan.

Poin ketiga, masyarakat tidak akan meminta ganti rugi jika dalam upaya pemasangan jaringan listrik ada lahan dan tanah masyarakat serta bangunan yang mesti digunakan PLN. Poin ke empat, masyarakat desa akan melakukan aksi jika permohonan mereka tidak direalisasikan.

Kepala Dusun Gayung Bersambut, Makmur Yanto mengatakan, ia sangat berharap tahun ini tahun dusunnya dapat dialiri listrik.

"Sudah sekian tahun tidak merasakan listrik, di Dusun Gayung Bersambut ada 101 KK, sudah bertahun berjuang, tapi tidak pernah digubris, kita harap tahun ini dialiri listrik," katanya. 

Kemudian, Juanda tokoh pemuda Dusun Sempadang juga menyampaikan hal yang sama. "Ini adalah perjuangan yang kesekian kali, antusias masyarakat menginginkan listrik. Hadirnya masyarakat hari ini dalam musyawarah kesepakatan masyarakat tiga dusun," katanya.

Sementara tokoh masyarakat Dusun Selobat, Nawardi mengatakan, listrik adalah impian mereka setelah puluhan tahun harus hidup dalam gelap. "Sudah puluhan tahun maka tahun ini kami harapkan wajib hukumnya listrik masuk desa kami. Kami harapkan Bapak Oesman Sapta bisa memperjuangan listrik kami," harapnya.

Tokoh masyarakat yang juga mendampingi warga Desa Buduk Sempadang, Amirudin mengatakan, sudah sepantasnya listrik terpasang di Desa Buduk Sempadang.

"Mereka sudah sangat siap untuk menghibahkan mulai dari tenaga, pemikiran hingga tanah atau bangunan mereka, agar listrik bisa terpasang, harus bagaimana lagi upaya masyarakat agar ini bisa direalisasikan," tegasnya.

Karena itu, Amirudin berharap PLN segera memberikan jawaban, sehingga masyarakat bisa segera bersiap. "Masyarakat menunggu keputusan dan kepastian PLN, apakah dengan kesepakatan tersebut listrik bisa terpasang, setidaknya mungkin mereka akan memperbaiki dulu jembatan yang ada," ungkapnya. (noi/jee)

Masuk Daftar Desa Penerima Aliran Listrik

Humas PLN Kalbar, Lilia Ragil Noor Octavia mengatakan, Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Selakau Timur masuk dalam daftar desa yang akan menerima aliran listrik tahun ini.

"Desa Buduk Sempadang masuk program kami tahun ini, akan dipasang.  Sudah kami survei dan usulkan, secara anggaran juga sudah dihitung," katanya, Senin (18/2).

Akan tetapi, dipaparkan Octa, masih terdapat kendala untuk merealisasikan hal tersebut, yakni kondisi infrastruktur.

"Tapi melihat kondisi jalan dan jembatan saat ini, masih menjadi kendala untuk pembangunan jaringan ke sana, jadi kalau dari kami, jika jembatan dan jalan sudah diperbaiki akses listrik pasti masuk ke sana," jelasnya.

Terkait pernyataan warga yang siap untuk membantu mengangkut peralatan dan tiang listrik milik PLN, Octa mengatakan, keputusan selanjutnya tergantung dari Manajer PLN Kalbar yang membidangi.

"Terkait hal ini akan saya komunikasikan dengan manajer yang menangani ini sebagai pihak yang bisa mengambil keputusan," pungkasnya. (noi/jee)