Atbah Dorong Petani Sambas Lebih Terdidik

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 108

Atbah Dorong Petani Sambas Lebih Terdidik
SAMBAS, SP - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili meminta para penyuluh pertanian tetap menggunakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya untuk pertanian lebih maju lagi.

"Saya harapkan penyuluh pertanian terus  berkomunikasi dengan para petani. Sehingga masyarakat petani kita semakin meningkat kualitas mereka dan punya keahlian, pengajaran tentang teknologi juga diharapkan bisa diserap oleh masyarakat," katanya. Senin (11/3).


Sehingga ke depan para petani dikabulkan menjadi petani terdidik. Dengan harapan petani dapat mengelola lahan dengan baik

"Hal ini dilakukan agar petani dan masyarakat kita terdidik, sehingga pertanian kita hasilnya bisa meningkat," tuturnya.

Bupati menyampaikan Kabupaten Sambas merupakan lumbung pangan Kalbar. Sehingga peran dari penyuluh pertanian sangat strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan.

"Untuk itu peran dari para Penyuluh Pertanian ini menjadi sangat sangat strategis, untuk mencapai kemandirian pangan," ujarnya, Atbah menuturkan, Kabupaten Sambas sebagai daerah perbatasan, bukan tidak mungkin kran ekspor bisa dibuka.

"Untuk itu pertanian menjadi sangat sangat strategis untuk terus mendorong para petani meningkatkan hasil pertanian dan meningkatkan kualitas. Ketika kita bicara ekspor berarti kita bicara tentang kualitas ekspor komoditi yang kita miliki," pungkasnya.

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar saat ini tengah berupaya mengembalikan kejayaan beras Pemangkat, beras lokal asal Kabupaten Sambas yang dari dulu hingga kini diminati masyarakat.

"Kita ingin mengembalikan pangsa pasar beras Pemangkat karena berasnya diminati oleh masyarakat dan cocok untuk produk olahan tertentu," ujar Kadistan TPH Kalbar, Heronimus Hero di Pontianak. Ia menambahkan bahwa upaya pengembangannya mengarah pada peningkatan ketersediaan suplai, sehingga beras tersebut tersedia di pasar.

"Selain itu upaya pengembangan juga mengarah pada kontor kualitas agar masyarakat benar - benar bisa mengkonsumsi beras Pemangkat yang asli atau tidak campuran," jelas dia.

Menurutnya tahun 2019 ini selain upaya pemurnian dan perbanyakan untuk benih, pengembangan budidaya untuk produksi juga dilakukan Pemerintah Provinsi Kalbar yakni untuk seluas 50 hektare.

"Luas tanam untuk 50 hektare tersebut untuk mendukung budidaya yang dilakukan masyarakat secara mandiri," jelas dia.

Dikatakannya untuk pemurnian benih yang tegah dilakukan juga meliputi pemuliaan tanaman agar Baras Pemangkat dari jenis padi Ringka Cundong tersebut bisa berumur lebih pendek.

"Dengan adanya pemuliaan harapannya agar yang semula panen paling cepat enam bulan bisa menjadi empat bulan. Ini tengah dilakukan oleh UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Distan TPH Kalbar," kata dia.

Sebagian petani yang saat ini masih mengembangkan Ringka Cundong tersebut karena alasan daya tahan dan adaptasinya yang cukup kuat, serta tidak memerlukan perawatan intensif seperti jenis padi unggul baru yang lain.

Namun Ringka Cundong memiliki umur panen yang lebih panjang dari padi unggul baru, yaitu sekitar 6 bulan dihitung sejak semai dengan potensi produktivitas 2 sampai 3 ton per hektare. (noi/ant/ang)