Polri Prediksi Pemilu Sambas Aman

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 102

Polri Prediksi Pemilu Sambas Aman
FGD – Wakil Bupati Sambas, Hairiah, berbicara di Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menciptakan Pemilu aman, damai dan sejuk tanpa hujatan kebencian, di Mapolres Sambas, Selasa (12/3).
 Warga Diharap Tak Terhasut Hoaks

SAMBAS, SP -
Polres Sambas menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menciptakan Pemilu aman, damai dan sejuk tanpa hujatan kebencian, di Mapolres Sambas, Selasa (12/3).

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan, hingga saat ini kondisi Kabupaten Sambas cukup kondusif menjelang perhelatan Pemilu 2019. "Jelang Pemilu 2019, kejadian kamtibmas berada di angka 30 hingga 40 itu laporan kejahatan konvensional, ini sangat kondusif selama saya bertugas," kata Permadi.

Kasus yang cukup tinggi, bukan bersifat ancaman langsung terhadap keberlangsungan Pemilu. "Kasus narkoba cukup tinggi dan pencabulan juga demikian, ini dikarenakan biasanya adanya ketidak setujuan hubungan asmara anaknya hingga dilaporkan melakukan perbuatan cabul," jelasnya.

Karena itu, Kapolres meminta agar semua pihak menjaga kondusifitas Kabupaten Sambas menjelang Pemilu, saat pencoblosan hingga usai Pemilu 2019.

"Tak terasa tinggal 36 hari menuju Pileg dan Pilpres, kepada Parpol dan tim sukses, kami minta untuk sama-sama jaga persaudaraan dan persatuan, itu yang kami harapkan, karena Sambas daerah yang penduduknya kedua terbesar di Kalbar," katanya.

"Saya harap Parpol dan tim kampanye laksanakanlah kampanye yang taat aturan, dan memperhatikan kaidah yang ada, sehingga Pemilu berjalan aman dan damai," tukasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan, dirinya dan Bupati Sambas berkomitmen untuk tidak akan menggunakan fasilitas negara dan hanya kampanye saat hari libur.

"Ini juga mesti dipahami masyarakat, bahwa bupati dan wabup jika turun kampanye pada hari Sabtu dan Minggu itu tidak apa-apa, tidak melanggar aturan," ungkapnya.

Penegasan juga disampaikan Hairiah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa, sebagai abdi negara mereka tidak boleh menunjukkan sikap politiknya.

"Saya dan bupati berpesan juga kepada ASN, untuk tetap menjaga netralitas mereka, ini termasuk kepala desa, Sekdes dan BPD untuk tudak melakukan politik praktis," tegas dia. 

Dalam perjalanan menuju Pemilu 2019, sudah banyak hal yang dialami, Pemda Sambas dan stakeholder terus menerus menyuarakan kedamaian dalam Pemilu 2019.
"Kita bersyukur dari Kapolres menyampaikan kondisi kamtibmas sangat baik dan tidak ada gejolak yang berarti, kemarin juga saya ke Temajok melakukan pemantauan di sana dan alhamdulillah sangat kondusif dan semarak," jelas Hairiah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Wabup kepada Bawaslu yang telah sangat tegas menjalankan tugas mereka. "Bawaslu dan Satpol PP juga sangat tegas, ini dapat kita lihat dari upaya penertiban APK yang selalu dilakukan karena tidak berada sesuai tempatnya," kata dia.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas, Ikhlas mengatakan, pihaknya telah banyak melakukan penertiban APK, dan masih akan melakukan rekruitmen agar tugas pengawasan yang dilakukan semakin maksimal.

Laporan kinerja Bawaslu 2018, sampai 25 maret nanti akan punya 1.902 personel dan 94,7 persen terpenuhi, ada 552 caleg yang terbagi di lima daerah pemilihan. Dia juga menjelaskan, selama 2018 terdapat sengketa yang menjadi kewenangan Bawaslu, ada satu sengketa (2018) yang sudah diselesaikan, dan ada dua aduan (2018).

Kalau terkait penertiban APK, 2018 dilakukan sebanyak 61 APK, di seluruh Sambas, lalu alat peraga kampanye dengan materi yang dilarang ada 2 di Kecamatan Jawai sudah diamankan. Lalu branding mobil ada yang juga diamankan, pelanggaran ada dua laporan dan satu temuan, media sosial ada temuan 72 kali.

Tugas Bawaslu kian bertambah semakin mendekati masa pencoblosan, pelatihan saksi oleh Parpol juga menjadi tanggung jawab Bawaslu. "Ada tugas baru bawaslu yakni melatih saksi, ini menjadi informasi bagi Parpol, ada 1.701 TPS di Sambas, sudah melakukan pelatihan saksi. 2019 kita sudah masuk masa kampanye, tugas kita tak hanya mengawasi tahapan ini, kita juga mengawasi logistik Pemilu hingga distribusi logistik," bebernya. (noi/ang)  

Harap Kerja Sama Semua Pihak


Ketua KPU Sambas, Sudarmi mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan tahapan untuk menghadapi Pemilu sesuai dengan peraturan yang ada. Seperti misalnya, mereka sudah bisa menghimpun masyarakat untuk menjadi KPPS.

“Alhamdulillah penyelengara di TPS sudah ada 78 persen,  sementara untuk kesiapan pemungutan  dan penghitungan suara sudah masuk 90 persen hanya tinggal formulir saja, dan juga sudah mengkonfirmasi provinsi karena formulir ini dari propinsi," jelasnya.


"Kita juga telah melaksanakan pelimpatan suara dan sekarang sedang menyortir ulang dan menghitung ulang kertas suara," tambahnya.

Sedangkan untuk pengamanan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian. "Saya berharap semua pihak untuk bekerja sama dalam menyukseskan Pemilu 2019, karena semua tahapan yang dilakukan keberhasilannya terlihat saat hari pencoblosan," tuturnya. (noi/ang)