Atbah Pastikan Pemkab Sambas Buka Peluang Investasi

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 84

Atbah Pastikan Pemkab Sambas Buka Peluang Investasi
SAMBAS, SP – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, mengikuti Rapat Koordinasi Investasi, yang dihadiri Presiden Joko Widodo, di Tangerang, Banten, kemarin. Atbah harap kegiatan tersebut mampu membuka semangat positif manajemen investasi.

Menurut dia, ada banyak arahan Presiden Joko Widodo pada acara tersebut, yang dapat menjadi pedoman pelaksanaan investasi di daerah. “Presiden meminta daerah memaksimalkan potensi investasi di daerah,” ucapnya.

Peluang investasi dan perdagangan ekspor lintas batas negara harus dioptimalkan. Pemda Sambas menyambut antusias arahan presiden tersebut.  “Arahan presiden sangat jelas, Insya Allah Pemda kita akan membuka peluang investasi dan perdagangan ekspor lintas batas negara di Aruk dengan tetap mengacu pada aturan perundangan dan regulasi yang ada,” tutur dia.

Poin penting pada pertemuan koordinasi investasi itu adalah bagaimana Pemda menghadirkan pelayanan yang baik, agar investasi menjamur di daerah.

Presiden meminta agar memudahkan urusan pelayanan investasi.  “InsyaAllah, daerah berkomitmen memberikan kemudahan, pengawalan, membantu dan mendorong agar investasi bisa merata di segala bidang, namun tetap dalam koridor aturan yang ada,” ungkap dia.

Menurut Atbah, ada kabar gembira dari presiden di Rakor tersebut, yakni presiden menginstruksikan kementerian dan kelembagaan terkait, guna mengembangkan perekonomian masyarakat perbatasan. Dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan itu di Sambas sudah mendapatkan titik terang.

Untuk pengembangan perekonomian masyarakat perbatasan, pemerintah pusat sedang menyiapkan aturan main atau regulasinya. “Kementerian Perdagangan sedang memfinalisasi regulasi terkait perekonomian di Aruk Sajingan Besar. Kita doakan saja itu segera teralisir dan masyarakat kita yang mendapatkan manfaat sebesar-besarnya,” pesan dia.

Atbah mengingatkan unit kerja yang berkaitan dengan investasi dan perekonomian masyarakat, dapat memahami arahan presiden. Dia tidak menginginkan kinerja di leading sektor tidak menggambarkan apa yang menjadi keinginan pimpinan tertinggi, yakni memberikan kemudahan pelayanan. (hms/noi)

Komentar