Pemuda Sambas Dinilai Alami Degredasi Moral

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 104

Pemuda Sambas Dinilai Alami Degredasi Moral
SEMINAR - Akademi Dakwah Indonesia Sambas, menggelar seminar dan serangkaian kegiatan bagi generasi milenial, Rabu (13/3). Dalam kegiatan tersebut diingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter.
SAMBAS, SP - Akademi Dakwah Indonesia Sambas, menggelar seminar dan serangkaian kegiatan bagi generasi milenial, Rabu (13/3). Ketua Dewan Pembina Akademi Dakwah Indonesia Sambas, Satono mengatakan, generasi muda telah mengalami degradasi moral dan akhlak, hal ini menjadi landasan dilakukannya kegiatan tersebut.

"Kita memang mentargetkan generasi muda milenial, karena memang perkembangan terakhir cukup memilukan hati, perilaku generasi muda, meskipun dalam jumlah yang kecil telah banyak mengalami degradasi moral dan akhlak," ungkapnya.

Dijelaskan dia, banyak kasus yang menimpa generasi muda, sehingga pendidikan karakter dirasa mesti dikuatkan pada segementasi tersebut.

Dia mengaku tidak bisa mengukur kemerosotan akhlak dan moral ini secara kuantitatif di Kabupaten Sambas, namun barometernya yakni tingkat perceraian yang tinggi, kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat obatan terlarang, serta kasus asusila yang semuanya melibatkan anak-anak muda.

Karena itu, sesungguhnya menempatkan kembali pemuda pada karakter yang berakhlakul karimah merupakan tujuan, namun juga adalah sebuah pekerjaan yang berat. "Ini mengundang perhatian kita semua, sebagai Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Sambas, dan Parmusi Kabupaten Sambas, mengambil berat untuk membawa generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah, ini mesti juga dibantu oleh semua stakeholder, kalau sendirian tentu berat," tuturnya.

Ilustrasi sederhana, anak muda bahkan sudah biasa membentak orangtua dan guru mereka. Ini artinya ada sesuatu yang tidak beres, yakni pergeseran nilai akhlak, maka pendidikan karakter harus diberikan kepada semua manusia semua usia. “Ini upaya kita untuk bisa membentuk karakter insani Muslim sejati yang santun dan berperilaku baik," pungkasnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, para peserta kegiatan tersebut memiliki potensi untuk menjadi insan yang memberikan pencerahan. "Jika kami sebelumnya bengkok maka mereka inilah yang memiliki potensi untuk menjadi generasi penerus yang meluluskan kesalahan-kesalahan, banyaklah kita belajar tentang kesalahan orang dan tidak mengulangi kesalahan itu," katanya.

Generasi muda dan para pendakwah, mestilah meniru perilaku Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW adalah sebagai figur akhlak, baginda nabi adalah Quran yang berjalan. “Akhlak mulia itu ada pada Muhammad, mudahan generasi muda ini bisa mendalami itu semua, karena da'i adalah rule model dan mesti berakhlak, tirulah Nabi kita Muhammad SAW," katanya.

Memberikan pendidikan karakter berakhlakul karimah, mestilah juga menjadi peran orang tua. "Harusnya juga ada orang tua yang turut hadir, agar mereka bisa memberikan warisan berharga berupa etika mulia yang berakhlak kepada anak anak mereka," tukasnya. (noi/ang)  

Harus Berdiri di Tengah

Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kabupaten Sambas, Syamsuri memberikan apresiasinya pada kegiatan tersebut. "Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sambas, kita sangat mendukung kegiatan ini demi anak muda kita, demi generasi muslim yang kuat," ungkapnya.

Kesempatan mendapatkan berbagai materi intelektual dalam seminar dan kegiatan yang dilakukan oleh Akademi Dakwah Indonesia Sambas ini, harus dimanfaatkan para peserta. "Banyak generasi khususnya generasi muda Islam mengalami kemerosotan moral dan karakter, karenanya momen ini sangat penting untuk membina akidah, syariah dan memberikan jalan penyelesaian permasalahan kaum Muslimin," tegasnya.

Ke depan Syamsuri berharap agar akan tercipta generasi muda Islam yang bisa berdiri di tengah terpaan zaman. "Generasi muda Islam yang kreatif, mampu menghadapi tantangan dan musuh-musuh Islam, bukan generasi muda Islam yang tak punya masa depan, ini yang kita harapkan," katanya. "Mereka akan diberi materi intelektual yang luas, karena tantangan kita bukan main, banyak kelompok liberal yang membuat agama Islam itu seolah dengan embel-embel tertentu, ini tidak benar," tukasnya. (noi/ang)