Pemda Sambas akan Buat Jembatan Darurat di Desa Sungai Kajang

Sambas

Editor Mul Dibaca : 267

Pemda Sambas akan Buat Jembatan Darurat di Desa Sungai Kajang
MENINJAU - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, meninjau kondisi jalan dan jembatan yang roboh akibat banjir rob di Desa Sungai Kajang, Kecamatan Subah, Sabtu (16/3). SUARA PEMRED/NURHADI
SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan yang roboh akibat banjir rob di Desa Sungai Kajang, Kecamatan Subah, Sabtu (16/3).    

Saat berada di lokasi, Atbah langsung meninjau kondisi jembatan dan menemui supir truk, yang kendaraannya terbalik akibat tidak menyadari jembatan yang dilewatinya telah roboh.    

Kepada wartawan, Atbah mengatakan meskipun jalan dan jembatan tersebut adalah tanggung jawab pemerintah provinsi, namun Pemkab Sambas tetap akan memberikan penanganan.    

"Alhamdulillah pada hari ini, kita bisa memantau ke lokasi jembatan yang ambruk, hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama, meskipun sebenarnya pembangunannya merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi Kalbar," ujarnya.    

Menurut Atbah, kepentingan masyarakat adalah hal yang mesti diutamakan dan didahulukan, terlebih jalan tersebut adalah akses utama dari Ibukota Sambas menuju Kecamatan Subah dan Kabupaten Bengkayang.    

"Kita telah kita komunikasikan dengan pemerintah propinsi, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Bapak Gubernur. Untuk sekarang pemerintah provinsi sedang menuju untuk melakukan pemantauan langsung ke lokasi," terangnya.    

Pemkab Sambas akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi, agar dalam waktu cepat bisa membangun jembatan darurat.    

"Pemda Sambas melalui PUPR dan Provinsi akan membangun jembatan darurat yang yang bisa dilewati oleh sepeda motor dan mobil. Semoga ini bisa cepat dilaksanakan," pungkasnya.    

Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Sambas, Samsuri mengatakan, penyebab robohnya jembatan dikarenakan banjir rob.    

"Ini dikarenakan banjir rob Jumat (15/3) malam, dan untuk solusi tercepat, kita dan pemprov akan membangun jembatan belly disini. Jembatan ini terbuat dari rangka baja dan bisa dipindah - pindahkan," kata dia.    

Namun untuk memasang jembatan tersebut juga memerlukan waktu, kurang lebih satu minggu.    

"Pembuatan jembatan tersebut bisa tujuh sampai sepuluh hari, dan Pemprov Kalbar juga sedang mengumpulkan materialnya dari lokasi terdekat, karena kebetulan stoknya kurang. Di samping itu juga jembatan darurat dari kayu dan pohon kelapa juga disiapkan untuk segera menyambung akses ini," ujarnya.    

Sementara itu, korban kecelakaan (supir truk) yang kendaraannya terbalik akibat menabrak jembatan roboh tersebut, Sukmo mengatakan, dirinya bukan orang pertama yang menjadi korban.    

"Saya warga Kota Singkawang, bawa truk muatan sawit. Saya berdua dengan anak saya. Alhamdulillah tidak apa-apa, tapi truk kami terbalik dan masuk ke sungai," ungkapnya.    

Akibat kejadian tersebut, truk yang dikendarainya ringsek di bagian depan dan terbalik. Saat rombongan Bupati Sambas berada di lokasi, truk tersebut sudah dinaikkan ke jalan menggunakan alat berat.    

"Saat keluar dari truk, saya lihat ada sepeda motor yang terletak di tepi jalan. Kondisinya rusak berat, di bagian depannya dan ada bercak darah di situ, kejadiannya pukul 4.30 pagi," ungkapnya.    

Sukmo menjelaskan, setelah terbalik, dirinya bersama anaknya sempat terdiam  di dalam truk, lalu pelan-pelan keluar melalui pintu mobil yang kacanya tidak di tutup.    

"Setelah kami berhasil naik ke pinggir jalan untuk berbaring sebentar. Saya melihat ada motor yang rusak parah, namun tidak ada orangnya, mungkin menjadi korban sebelum saya," tuturnya.    

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra yang ikut serta meninjau lokasi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan, sehingga tidak terjadi korban lagi.    

"Saya sudah memerintahkan Polsek  untuk memberikan pengamanan di lokasi jembatan yang ambruk. Kita lihat tulisan peringatan juga sudah ada, dan saya juga memerintahkan anggota untuk melakukan penjagaan langsung," kata Permadi. (noi/bob)