Gubernur Ancam Copot Kepsek Abai

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 93

Gubernur Ancam Copot Kepsek Abai
Gubernur Kalbar Sutarmidji (kiri) dan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan (kanan)
SAMBAS, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dalam kunjungan kerjanya di Sambas menegaskan, dia akan mencopot kepala sekolah jika ada siswanya putus sekolah tanpa alasan jelas.

"Di provinsi saya akan buat aturan bagi kepala sekolah negeri, bahwa mereka akan dicopot, kalau ada anak yang sekolahnya berhenti tanpa alasan," tegas Gubernur, kemarin.

Dan bagi siswa yang sudah benar-benar tidak bisa dipertahankan lagi karena sesuatu hal, Sutarmidji mengatakan masih bisa mengikuti program kejar Paket C.

"Kecuali misalnya untuk hal-hal tertentu tidak bisa dielakkan, tapi ini juga harus diberikan solusi bagaimana mereka itu harus tamat SMA, apakah itu lewat kejar paket C, kalau untuk kepala sekolah SMP dan SD itu urusan bupati, apakah mau ikut atau tidak," tukasnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Sambas, Atnah Romin Suhaili, mengatakan siap melakukan pendekatan serupa, namun sebelumnya dilakukan komitmen dengan kepala sekolah yang ada.

"Sementara ini masih belum perlu dengan cara mencopot kepala sekolah, namun kita akan meminta komitmennya untuk jangan sampai ada anak didik yang putus sekolah serta kooperatif menginformasikan hal terkait," kata Atbah, Selasa (19/3).

Pencopotan jabatan sebagai kepala sekolah akan dilakukan dengan tegas, apabila terdapat kepala sekolah yang abai terhadap anak didik. Misalnya putus sekolah karena ketiadaan biaya.

"Saya kira kita siap mengikuti apa yang dilakukan gubernur, jika didapati kepala sekolah dengan sengaja,  membiarkan tanpa peduli terhadap anak-anak didik yang membutuhkan bantuan hingga berhenti skolah maka akan kita copot," jelasnya.

Kabupaten Sambas sangat konsesn dengan pendidikan masyarakatnya. Pemda berkomitmen untuk meniadakan anak putus sekolah.
"Saya berkepentingan untuk hal ini, dan semua anak-anak Sambas yang bersekolah untuk terus melanjutkan sekolah mereka hingga setidaknya SMA dan tidak boleh putus di tengah jalan," tegasnya.

Guna mengantisipasi hal ini, Atbah akan meminta kepada semua pihak terkait, agar mendata dan menginventarisir anak yang berpotensi putus sekolah.

"Saya ingin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendata dan menginventarisir anak-anak yang berpotensi putus sekolah, kita akan cari jalan keluar dan solusi bersama agar mereka tetap bisa mengenyam pendidikan," tukasnya. (noi/ang)


Jadi Bahan Pengingat

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Misni Safari mengatakan, apa yang disampaikan Sutarmidji menjadi pengingat bagi kepala sekolah.

"Pak Gubernur sudah sangat respek dengan pendidikan dan sanksinya ini sangat berat sesungguhnya, namun jika dilihat, ini sebenarnya memberikan peringatan bagi kepala sekolah yang ada, bukan hanya SMA yang menjadi tanggung jawab provinsi namun juga SMP dan SD," ungkapnya.

Ditambahkan Misni, terdapat peringatan yang mesti diingat kepala sekolah terkait jabatan yang diembannya tersebut.
"Esensinya adalah bahwa kepala sekolah itu tak hanya jadi kepala, namun punya tanggung jawab besar bukan sekedar jabatan, namun ada tanggung jawab mendidik anak anak dan ini adalah tugas yang sangat mulia," ujarnya.

Dengan komitmen yang sama, Misni meyakini upaya untuk meminimalisir angka putus sekolah akan bisa digapai.
"Mulai sekarang jangan sampai ada lagi siswa putus sekolah setidaknya minimal harus merasakan bangku sekolah hingga tamat SMA," pungkasnya. (noi/ang)