Kamis, 19 September 2019


Imigrasi Sambas Tolak Praktik Calo Paspor

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 233
Imigrasi Sambas Tolak Praktik Calo Paspor

Antre – Sejumlah warga mengantre untuk pembuatan paspor di Kantor Imigrasi. Di Sambas, komitmen memberantas calo pembuatan paspor terus dilakukan oleh Imigrasi Sambas. Masyarakat diimbau memanfaatkan pendaftaran lewat online.

SAMBAS, SP – Kepala Kantor Imigrasi Sambas, Iwan Suwada mengatakan pihaknya tegas menolak praktik percaloan pembuatan paspor.

"Saya ingin menegaskan, kepada siapapun, khususnya masyarakat Sambas yang ingin membuat paspor, kita tidak melayani pembuatannya jika menggunakan jasa calo," Kata Uwan, Rabu (10/4).

Imigrasi Sambas, dikatakan Iwan selalu mengupayakan pelayanan terbaik kepada pemohon pembuat paspor agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam proses pengurusannya.

"Persyaratannya sudah sangat mudah serta transparan. Petugas kita siap memberikan pelayanan, karenanya jangan pakai jasa calo," pinta Iwan.

Pembuatan paspor, dijelaskan Iwan juga dapat dilakukan melalui online. Melalui cara ini, masyarakat bisa mengisi sendiri nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta waktu untuk datang membuat paspor sesuai antrian.

"Saat ini juga sudah ada pendaftaran pembuatan paspor online dan pemohon bisa langsung mendaftar lewat aplikasi yang bisa diunduh melalui playstore atau website di laman resmi imigrasi.co.id," jelasnya.

Komitmen Imigrasi Sambas untuk menolak praktik percaloan dalam pembuatan paspor didukung Ketua Komisi I DPRD Sambas, Lerry Kuriawan Figo. Lerry menilai, layanan online sangat sesuai kebutuhan saat ini.

"Inikan sistem baru dan masyarakat kita harus menyesuaikan dengan zamannya.  Pelayanan berbasis online sudah disediakan fasilitas oleh Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya. 

“Masyarakat harus beralih tidak lagi melakukan pendaftaran secara manual, karena dengan sistem online, masyarakat diberi kemudahan akses mendaftar dan tidak terbatas waktu dan tempat," sambungnya.

Namun menurut Lerry, menggunakan cara online untuk mendaftar membuat paspor juga ada kerugiannya.

"Negatifnya di Sambas masih terbatas dalam penggunaan aplikasi atau pendaftaran online," ungkapnya.

Kondisi tersebut juga ditambah dengan karakteristik daerah yang berbeda, serta topografi yang membuat layanan berbasis internet tidak merata.

"Ini kan masih belum semua bisa online, tergantung coverage internet lagi, karena itu, kita meminta masyarakat yang menggunakan jalur pendaftaran konvensional juga dipermudah," harapnya. (noi/jee)