Bawaslu Ancam Diskualifikasi

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 28606

Bawaslu Ancam Diskualifikasi
TOLAK POLITIK UANG – Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa menolak politik uang. Mereka mengajak masyarakat melaksanakan Pemilu yang bermartabat.
SAMBAS, SP – Meski telah memasuki masa tenang Pemilu 2019 dari 13 April hingga 16 April, diduga seorang calon legislatif Kabupaten Sambas Daerah Pemilihan (Dapil) satu melakukan kampanye ke rumah warga di Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas pada Minggu (14/4) malam. 

Hal ini diungkapkan Warga Kecamatan Sebawi, Anwar kepada Suara Pemred, Senin (15/4). Diketahui, Dapil satu mencakup Kecamatan Sambas, Sajad, Sebawi, Subah dan Sejangkung. 

"Tadi malam (14/4) pukul 19.00 WIB kami mendengar ada caleg yang melakukan kampanye di rumah warga di Desa Sepuk Tanjung. Kami bergegas ke sana tapi pertemuan sepertinya sudah selesai. Kami tanya warga dan kata warga memang ada," bebernya.

Kemudian Anwar juga mengatakan melihat warga yang membagi-bagikan contoh surat suara untuk mencoblos salah satu calon. 

"Kami tahu ini sudah masa tenang dan tak boleh ada yang kampanye. Kami juga lihat ada yang membagikan contoh surat suara. Kami tidak tahu ada uangnya atau tidak. Kami tak sempat singgah karena bergegas untuk ke tempat kampanye berdasar laporan tadi," jelasnya.

Menanggapi kabar tersebut, Komisioner Bawaslu Sambas, Mustadi mengatakan telah menugaskan petugas untuk memeriksa ke tempat pertemuan.

"Tadi malam ada yang menghubungi terkait dugaan kampanye caleg di rumah warga, namun sesampainya petugas di lokasi yang dilaporkan, pertemuannya tidak ada," katanya. 
Mustadi menegaskan pihaknya secara intensif melakukan pengawasan di masa tenang.

"Tak hanya Alat Peraga Kampanye yang kita awasi, namun juga menjaga agar pada masa tenang ini, masyarakat diberikan kesempatan berpikir untuk menentukan pilihan mereka," tegasnya, Senin (15/4).

Mustadi juga mengingatkan agar caleg untuk tidak melakukan pelanggaran pada masa tenang, hal ini bisa berdampak pada diskualifikasi caleg tersebut.

"Kami mengingatkan kepada partai politik dan caleg agar tidak berkampanye pada masa tenang ini, apalagi sampai ada money politic dan sebagainya, caleg dan parpol sudah diberikan kesempatan berkampanye, kalau sampai melanggar, maka bisa saja disanksi dengan didiskualifikasi, bahkan dipidana," katanya. (noi/bah)