Selasa, 17 September 2019


Bea Cukai Musnahkan Ribuan Rokok dan Lelong

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 75
Bea Cukai Musnahkan Ribuan Rokok dan Lelong

Pemusnahan – Ribuan batang rokok dan minuman keras ilegal yang dimusnahkan oleh KPPBC TMP C Sintete, Kamis (2/5). Selain itu juga dilakukan pemusnahan beberapa barang lain seperti baju bekas atau lelong yang marak beredar di Sambas.

SAMBAS, SP - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sintete (KPPBC TMP C Sintete), melakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN), Kamis (2/5).

Kepala Kantor KPPBC TMP C Sintete, Achmad Wahyudi mengatakan, barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan kepabeanan dan cukai yang melanggar ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Kepabeanan.

“Barang Milik Negara tersebut merupakan barang hasil penindakan di PLBN Aruk dan hasil operasi pasar periode April hingga Desember 2018,” kata Kepala Kantor KPPBC TMP C Sintete, Achmad Wahyudi.

Barang yang dimusnahkan berdasarkan surat persetujuan pemusnahan dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Singkawang.

“Barang yang dimusnahkan berupa 500.694 batang rokok, barang kena cukai Minuman Mengandung Etil dan Alkohol (MMEA) sejumlah 124 liter, ballpress sebanyak 54 koli, mesin bekas sebanyak lima unit dan barang lainnya,” jelas Achmad.

Ditambahkan barang-barang tersebut diketahui tidak memenuhi persyaratan larangan dan pembatasan di bidang impor dari instansi teknis, serta barang kena cukai karena tidak dipenuhinya ketentuan bidang cukai.

“Potensi kerugian negara dalam kasus ini mencapai ratusan juta,” ungkap Achmad.

Bupati Sambas, H.Atbah Romin Suhaili berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan andil menjaga Sambas dari peredaran barang haram seperti minuman keras dan narkoba.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam memberantas barang-barang haram, terutama untuk Forkompinda di Sambas," ungkapnya.

Menurut Atbah, masuknya barang haram berakibat fatal bagi perkembangan daerah karena akan merusak generasi bangsa.

"Barang-barang haram ini, adalah musuh negara, maka sebagai anak bangsa kita harus melawan dan memusnahkannya, sebab ini dapat merusak generasi penerus bangsa,” katanya.

Kata Tbah, diperlukan koordinasi, kebersamaan dan kekompakan antar semua masyarakat di Sambas. "Kekuatan harus kita bangun, kebersamaan dan kekompakan antar pemerintah, Forkopimda dan masyarakat Sambas dengan satukan semangat untuk memusuhi barang haram tersebut," pungkasnya. (noi/jee)