Harga Bahan Pokok Masih Mahal

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 62

Harga Bahan Pokok Masih Mahal
Bawang Putih – Seorang pedagang sedang melayani warga yang membeli bawang putih di lapak jualannya. Di Sambas, sejumlah bahan pokok termasuk bawang putih mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Warga pun mengeluhkan kondisi ini. Ist
SAMBAS, SP - Memasuki pertengahan Ramadan, harga bahan pokok di Sambas masih mengalami kenaikan. Kenaikan paling tinggi yakni jenis sayuran. Warga pun mngeluhkan kondisi ini.

"Sayuran seperti sawi harganya Rp7-8 ribu per ikat di warung dan pasar, biasanya satu ikat hanya Rp4-5 ribu," keluh Warga Desa Tanjung Mekar, Kecamatan Sambas, Dewi, Selasa (14/5).

Selain sayuran, Dewi juga mengeluhkan harga jual bawang putih dan daging ayam potong yang sangat mahal.

"Harga ayam daging ayam potong sekarang sekitar Rp45 ribuan per kilo, berbeda dengan hari biasanya sekitar Rp30- 35 ribu per kilo," kata Dewi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini.

Keluhan yang sama juga dikatakan Susanti, menurut dia, kondisi ini memberatkan keuangan keluarga, apalagi menjelang Idulfitri.
"Di saat kita harus menghemat untuk menghadapi Idulfitri, harga barang-barang kebutuhan dapur nyatanya naik dan tidak turun-turun, ini membuat kita susah," sesalnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Industri dan Perdagangan (Diskumindag) Sambas, Musanif mengakui ada kenaikan sejumlah komoditi pokok di pasar. 

"Memang kita akui ada kenaikan harga-harga bahan pokok sejak sebelum awal Puasa Ramadan kemarin," katanya.

Menurutnya, kenaikan itu diakibatkan komoditas penunjang lainnya, seperti pakan ternak pada ayam pedaging.  

"Ini karena mahalnya harga pakan ternak, maka harga ayam daging itu naik. Kalau sayuran, karena kurang pasokan dari produsen," jelasnya. 

Pihaknya, kata Musanif sudah melaksankan monitoring harga untuk memantau harga di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah provinsi juga telah dilakukan.

“Dalam waktu dekat ini akan dikoordinasikan dengan seluruh kabupaten/kota juga melibatkan produsen untuk mengatasi kenaikan beberapa komoditas," katanya. 

"Pemkab Sambas tetap melaksanakan fungsinya, kita tetap memperhatikan. Untuk beberapa komoditas tertentu kita akan melakukan operasi pasar seperti telur, dan lainnya dengan melibatkan Bulog, perusahaan sawit dan supermarket di Sambas," sambung Musanif.

Lewat operasi pasar diharapkan dapat menekan harga-harga barang pokok di tingkat lokal. ”Khususnya untuk beberapa komoditas pokok pangan kita," pungkasnya. (noi/jee)