Sambas Bersiap Hadapi Pilkada

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 96

Sambas Bersiap Hadapi Pilkada
PLBN Aruk – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili bersama Presiden RI, Joko Widodo saat peresmian PLN Aruk. Pasca Pemilu 2019, masyarakat Sambas saat ini telah bersiap menyambut perhelatan pemilihan kepala daerah Sambas yang akan digelar pada 2020.
SAMBAS, SP – Setelah berakhirnya pemilihan umum (Pemilu) 2019, kini masyarakat Sambas mulai bersiap mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sambas yang akan digelar 2020 mendatang.

Meski menyisakan waktu setahun lagi, namun beberapa nama yang diperkirakan akan ikut dalam Pilkada Sambas telah bermunculan.
Sekretaris DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sambas, Eko Suprihatino mengatakan, PKS secara tegas akan kembali mencalonkan Atbah Romin Suhaili yang saat ini menjabat Bupati Sambas untuk kembali menjadi calon bupati ke depannya.

“Insyallah kita akan memajukan sebagai calon Bupati Sambas tahun 2020, yaitu Bapak Atbah Romin Suhaili," tuturnya, belum lama ini.

Eko yang juga anggota DPRD Sambas ini mengatakan, PKS tetap akan bekoalisi dengan partai lain karena perolehan kursi di DPRD Sambas hanya empat, sehingga memerlukan lima kursi yang akan diperoleh dari partai koalisi.

"Untuk bisa mencalonkan bupati minimal harus sembilan kursi di DPRD, maka PKS akan melakukan koalisi dengan partai yang lainnya,” katanya.

Akademisi Universitas Tanjungpura, Wahyudi mengatakan, figur Bupati Sambas yang dibutuhkan masyarakat adalah sosok yang mampu mengatasi persoalan sosial  kemasyarakatan.

Di antara masalah tersebut, yakni yang sedang dihadapi masyarakat, seperti layanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), peningkatan nilai tukar petani dan nelayan, jaminan ketersedian dan stabilitas kebutuhan pokok termasuk elpiji tiga kilogram.
“Termasuk bantuan untuk beasiswa pendidikan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu," ungkapnya, Minggu (19/5).

Selain itu, kata Wahyudi, sosok bupati juga harus mampu melakukan pemerataan penyediaan infrastruktur dasar di pedesaan, yang menjadi kewenangan kabupaten. 

"Bupati harus punya leadership style yang kuat, dengan kriteria standar yakni punya integritas, kapasitas dan kapabilitas,” sebutnya.
Pemimpin Sambas, kata dia juga harus memiliki integritas yang baik. Kemampuannya harus diakui publik, sehingga dihormati masyarakat dan dijadikan panutan.

“Karena perilaku yang menjunjung tinggi prestasi, kemajuan dan nilai-nilai kebaikan," jelasnya.

Kapabilitas kecakapan dalam memimpin, jelas dia, mestilah bercirikan visioner dan kreatif. Jika  tidak memiliki kapabilitas, ia akan mengalami kesulitan dalam memimpin dan merancang pembangunan untuk menyejahterakan masyarat Sambas.

"Ia juga akan mampu mengelola kepemimpinannya secara partisipatif dengan memberikan kesempatan terhadap pemikiran-pemikiran dari luar untuk kemajuan daerah," pungkasnya. (noi/jee)