Selasa, 17 September 2019


Mahasiswa Peringati 21 Tahun Reformasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 101
Mahasiswa Peringati 21 Tahun Reformasi

Gelar Aksi – Mahasiswa Sambas melakukan aksi damai memperingati 21 tahun reformasi. Dalam tuntutannya, mahasiswa menuntut pemerintah untuk lepas dari praktik KKN yang sangat merugikan negara.

SAMBAS, SP – Memperingati 21 tahun reformasi, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi menggelar aksi damai di Tugu Tabrani Sambas, kemarin

Dalam orasinya, puluhan mahasiswa yang terdiri dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Sambas, serta organisasi kepemudaan dan mahasiswa ini meminta pemerintah memberikan ruang lebih kepada kegiatan unjuk rasa.

"Kami turun ke jalan dalam rangka peringatan 21 tahun reformasi, satu di antara tuntutan kita meminta pemerintah lebih memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi dan ruang bersuara," tegas koordinator aksi, Oggy Akmadani.

Aksi yang dilakukan sore hari sebelum berbuka puasa tersebut juga menuntut pemerintah mewujudkan supremasi hukum yang tegas.

"Kita ingin adanya supremasi hukum yang kuat di Indonesia, lalu penegakan HAM dan usut tuntas tragedi jatuhnya korban penyelenggara pada Pemilu 2019 yang sangat banyak," tekannya.

Tuntutan lainnya yang juga disampaikan massa aksi yakni tentang persoalan korupsi serta kesejahteraan rakyat.

"Berantas KKN yang semakin menjadi dan wujudkan kesejahteraan secara sosial serta ciptakan stabilitas ekonomi," pungkasnya.

Usai menyampaikan orasi, massa aksi kemudian berjalan ke titik kumpul mereka di halaman Masjid Babul Jannah Sambas, kemudian pulang dengan tertib.

Mantan aktivis Sambas, Muhammad Nasir mengatakan mahasiswa tidak boleh melupakan peristiwa 21 tahun silam, karena merupakan tonggak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bebas dari cengkeraman orde baru.

"Sangat penting bagi Mahasiswa untuk memahami sejarah perubahan bangsa, pemuda dan mahasiswa yang mengambil tindakan atas kondisi bangsa yang hancur akibat KKN dan keterpurukan ekonomi,” tegasnya.

Karenanya dia meminta agar mahasiswa lebih aktif untuk menyuarakan keluhan masyarakat kecil. Menurut Nasir, itu merupakan satu di antara tugas mulia mahasiswa.

"Pengabdian kepada masyarakat salah satunya bisa dilakukan dengan cara melakukan aksi damai, menyampaikan kebutuhan dan keluhan masyarakat kepada pemilik kekuasaan, memberikan telaah dan berdiskusi mencari solusi untuk mengatasi kradaan," pungkasnya. (noi/jee)