Selasa, 24 September 2019


Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Danau Biru

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 438
Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Danau Biru

Danau Biru – Lokasi wisata Danau Biru di Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas. Satu orang pelajar SMP tewas meninggal di lokasi danau setelah sebelumnya sempat berenang di kawasan danau bersama rekannya. Ist

SAMBAS, SP - Seorang pelajar Sekolah Mengah Pertama (SMP) bernama Ridho Barokah tewas tenggelam saat bermain sampan, di lokasi wisata Danau Biru, Kecamatan Selakau Timur.

Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno mengatakan, korban meninggal berusia 15 tahun dan berasal dari Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas.

"Kejadian Jumat (7/6) pukul 16.40 WIB, korban merupakan wisatawan lokal di tempat rekreasi Danau Biru, Kecamatan Selakau Timur," kata Prayitno, Minggu (9/6).

Saat kejadian, kata Prayitno, korban bersama tujuh temannya berangkat dari Kecamatan Jawai menggunakan sepeda motor ke lokasi wisata.

"Setibanya di lokasi, korban bersama temannya langsung foto-foto, kemudian menyewa perahu fasilitas yang disediakan pengelola wisata," jelasnya Pryitno.

Sekitar kurang lebih tiga menit mendayung perahu ke tengah kolam, kemudian sambil bergurau dalam perahu, Ridho dan temannya terjun dari perahu ke kolam untuk mandi. Ketika mereka akan kembali naik ke perahu tiba-tiba perahu oleng kemudian karam.

"Lima orang yang naik perahu itu kemudian berenang menuju tepi kolam, namun korban tidak mampu berenang ke tepi kolam, ia kemudian melambaikan tangan minta tolong. Teman korban bernama Nizam yang ada di tepi kolam melihat lambaian tangan korban, namun karena jarak yang jauh, korban tidak sempat ditolong," jelas Prayitno.
 
Teman korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pengelola tempat wisata dan kemudian dilanjutkan dengan pencarian di lokasi kejadian. Sekitar kurang lebih satu jam pencarian, korban ditemukan.

“Korban juga di bawa ke rumah Kepala Desa Selakau Tua untuk diperiksa oleh bidan dan hasilnya korban sudah meninggal," ungkap Prayitno.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili yang mengetahui kabar tersebut mengucapkan duka cita dan meminta wisatawan untuk lebih berhati-hati.

"Kami ucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas kejadian ini, sungguh sangat disayangkan, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi ujian," ucapnya.

Berkunjung ke tempat-tempat wisata, kata Atbah juga mesti berhati-hati dan waspada agar tidak mengalami musibah atau kerugian.

"Kepada seluruh masyarakat Sambas yang mengunjungi tempat wisata dan keramaian di hari lebaran agar tetap menjaga keselamatan, berhati-hati  dan selalu waspada, dan isi Idulfitri dengan perbanyak silaturrahmi," imbaunya. (noi/jee)