Kerajinan Khas Sambas Diminati Wisatawan

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 240

Kerajinan Khas Sambas Diminati Wisatawan
Pengusaha Muda - Tao Okta memperlihatkan kopaih Tenun Sambas yang dijual di sekitar tempat wisata Istana Alwatzikhoebillah Sambas. Penjualan Okta meningkat saat libur Idulfitri lalu.
SAMBAS, SP - Momen Idulfitri lalu dimanfaatkan dengan baik dua pemuda, Tao Okta dan Bio Rizky Sugandi dengan menggelar dagangan di salah satu objek wisata di Sambas yakni Istana Alwatzikhoebillah Sambas.

Menamakan diri galeri muare ulakkan, berbagai barang diperdagangkan, mulai dari baju khas Melayu, Tanjak Melayu, kain Songket Sambas, kopiah berkain Songket, dan barang lainnya.

"Paling banyak (laku) Tanjak Melayu, sehari bisa belasan, yang beli kebanyakan pengunjung dari luar Sambas," ujar Okta, Selasa (11/6).

Harga Tanjak Melayu yang ditawarkan Okta dan Rizky bervariasi, mulai dari Rp100 ribu yang berbahan kain, sampai Rp600 ribu yang terbuat dari kain tenun Songket Sambas.

Total perolehan yang didapat per hari diperkirakan Rp2,5-Rp3 juta. Mereka mulai berjualan sejak hari kedua Idulfitri.

"Alhamdulillah hasilnya lumayan, kemarin bisa dapat Rp3 jutaan, juga hari-hari sebelumnya, mungkin kami akan terus jualan sampai beberapa hari ke depan," jelasnya.

Tidak semua barang dagangan dibuat sendiri oleh Okta dan Rizky, beberapa di antaranya didapat dari pengrajin lokal.

"Ada barang yang memang kita kemas dibingkai dan dihias, lalu kebanyakan barang kita ambil dari pengrajin lokal, misalnya kain songket dan songkok songket, itu dari Semberang, desa tenun di Sambas," ucapnya.

Selain Tanjak Melayu, dagangan yang banyak beli masyarakat adalah kopiah tenun Songket Sambas, kopiah ini digemari karena harganya yang murah.

"Mau beli kopiah Tenun Sambas, kan tak ada jual di tempat lain, kalau ada pun lebih mahal, disini Rp100 ribu, di Pontianak Rp120-Rp200 ribu," kata Nia pembeli asal Kota Pontianak, yang membelikan anaknya kopiah tenun Sambas. (noi/jee)