Masyarakat Kesulitan Dapat Elpiji Subsidi

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 90

Masyarakat Kesulitan Dapat Elpiji Subsidi
Antre – Masyarakat mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram. Di Sambas, meski telah lewat Idulfitri, namun masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan gas subsidi untuk masyarakat miskin tersebut.
SAMBAS, SP - Ketua KMKS, Risky mendesak Pemkab Sambas lebih gencar melakukan pengawasan dan meminta tambahan kuota gas untuk Sambas ke Pertamina. Permintaan ini seiring keluhan masyarakat Sambas yang kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram.

"Masyarakat sulit mendapat gas elpiji 3 kilogram, apalagi saat lebaran ramai masyarakat yang mengeluhkan. Saya harap pemerintah menambah kuota gas untuk masyarakat Sambas," katanya, Rabu (12/6)

Penambahan kuota disampiakan Risky sudah selayaknya dilakukan, lantaran banyak masyarakat yang telah membangun keluarga baru dan pindah rumah dari orang tua.

"Setiap tahun, selalu ada keluarga baru, sehingga perlu gas elpiji, maka penambahan seharusnya setiap tahun selalu ada," sarannya.

Selain penambahan, pengawasan juga harus dilakukan, lantaran banyak masyarakat mampu dan industri kecil di Sambas yang menggunakan elpiji bersubsidi. Selain itu banyak pula agen elpiji yang menjual gas di atas harga yang ditetapkan.

"Pengawasan juga harus selalu dilakukan agar kuota elpiji benar-benar tepat sasaran. Pengawasan ke agen atau pengencer juga penting dilakukan, karena banyak yang menjual dengan harga seharusnya," ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMK, Industri dan Perdagangan (Diskumindag) Sambas, Musanif mengungkapkan, ada penambahan kuota untuk elpji 3 kilogram pada 2019 dibanding tahun sebelumnya.

"Kuota gas elpiji subsidi ada penambahan tahun ini dibandingkan sebelumnya. Penambahan kuota dilakukan Pertamina sesuai ketersediaan mereka, dan dari kita juga terus meminta penambahan kuota," yakinnya.

Sementara untuk pengawasan dan monitoring pendistribusian dan cadangan elpiji 3 kilogram, diyakinkan Musanif telah dilakukan secara fungsional.

“Secara fungsional kita terus melakukan pengawasan berkala bersama Tim Satgas Pangan," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan terutama menjelang hari besar keagamaan, seperti bulan puasa dan hari raya Idulfitri lalu, pihaknya juga telah melakukan operasi pasar.

"Kita lakukan operasi pasar bekerja sama dengan Pertamina, untuk daerah yang ketersediaan elpiji kurang, kita lakukan operasi pasar ini di 18 kecamatan di Sambas," tutupnya. (noi/jee)